SLEMAN – Akibat tidak puas dengan upah kerja, Adi Sulistyo, 19, merampok rumah mantan majikannya. Aksi ini dilakukan bersama sepupunya IT, 16, sekitar pertengahan Februari lalu. Mantan majikannya, Herminantoko adalah pengusaha batako yang beralamatkan di Watuadeg, Purwobinangun, Pakem.

Adi mengaku gaji yang diterimanya tidak sesuai perjanjian. Awalnya dijanjikan mendapat upah Rp 1 juta. Sayangnya baru dua minggu bekerja, dia diberhentikan. Untuk masa kerja ini dia mendapat upah Rp 500 ribu.

“Diberhentikan karena majikan saya pergi ke luar kota. Lagi pula saya baru diberi upah Rp 500 ribu. Tidak puas, akhirnya saya mengajak sepupu saya untuk merampok rumahnya saat sepi,” jelasnya saat ungkap kasus di Mapolsek Pakem, Rabu (14/3).

Selain bertindak sebagai otak, Adi juga menjadi eksekutor. Sementara IT menunggu di luar rumah. Dalam aksi ini, IT bertindak sebagai joki Yamaha RX King H 6640 YW dan mengawasi rumah dari luar.

Untuk memuluskan aksinya, Adi menjebol jendela. Setelahnya menuju kamar sang majikan untuk mengambil barang berharga. Setidaknya dalam aksinya menimbulkan kerugian hingga Rp 24,7 juta. Adi juga sempat menjual salah satu perhiasan emas di Pasar Muntilan.

“Saya jual Rp 4 juta, sepupu saya mendapat bagian Rp 300 ribu, sisanya saya bawa. Ada juga buat mentraktir teman dan untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Adi.

Keduanya ditangkap dalam waktu yang hampir bersamaan. Tersangka Adi ditangkap di Muntilan Magelang, sementara partnernya IT ditangkap di Mungkid, Magelang. Keduanya diancam dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun kurungan penjara.

Khusus untuk tersangka IT tidak ditahan di Polsek Pakem. Tersangka yang masih di bawah umur dititipkan di Panti Sosial Bina Remaja(PSBR) Tridadi milik Dinas Sosial DIJ. Meski begitu proses tetap berlanjut sesuai penyidikan kepolisian.

“Dari aksi ini jatah paling besar memang Adi. Uangnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Salah satu barang bukti ada celana jeans yang dibeli pakai uang hasil penjualan emas,” jelas Kasubag Humas Polres Sleman AKP Haryanta. (dwi/ila/mg1)