GUNUNGKIDUL – Kebijakan cuti melahirkan tidak hanya berlaku pada Pegawai Negeri Sipil (PNS) perempuan. Aparatur Sipil Negara (ASN) pria juga diberi hak cuti mendampingi istri selama proses melahirkan.

Kepala Bidang Status, Kinerja dan Kesejahteraan Pegawai, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Gunungkidul Edy Suseno mengatakan kebijakan tersebut dari pemerintah Pusat.

“Kebijakan tersebut melalui Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Dimana PNS pria diberi hak cuti maksimal sebulan untuk mendampingi istri menjalani proses melahirkan. Baik secara normal maupun operasi,” kata Edy Rabu (14/3).

Dijelaskan, cuti tersebut disebut cuti alasan penting (CAP). Diatur dalam Peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) 24/2017 atas tindak lanjut Peraturan Pemerintah 11/2017 tentang manajemen PNS.

“CAP berbeda dengan cuti tahunan. Sehingga ketika ada pegawai mengambil cuti tersebut tidak memotong cuti tahunan,” ujar Edy.

Berkaitan dengan gaji, tidak ada pemotongan. Karena tetap diberikan utuh berupa gaji pokok dan tunjangan selama menggunakan hak atas cuti karena adanya alasan penting. Cuti tersebut di luar tanggungan negara sebagai alasan pribadi dan mendesak.

“CAP tidak hanya digunakan untuk mendampingi istri melahirkan. Bisa juga diajukan untuk alasan mendesak lain seperti menikah, menikahkan anak, atau ada keluarga meninggal,” kata Edy.

Bagaimana mengurus CAP? PNS memenuhi syarat menunjukkan surat keterangan dari pihak terkait. Tetapi kebijakan ini masih menunggu petunjuk pelaksanaan. “Jadi kami masih menunggu kepastian aturan,” kata Edy.

Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan juklak dan juknis PNS pria mengambil cuti melahirkan atau menikah dan menikahkan belum turun. Nantinya ada aturan rinci sebelum diterapkan.

“Apakah nanti hanya berlaku untuk anak pertama? Atau bisa untuk anak kedua? Atau ada pembatasan? Ini yang masih kami tunggu. Ini aturan Pusat,” kata Badingah.

Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan dukungan pemerintah dalam kesetaraan gender. Penting, karena seorang istri membutuhkan kehadiran suami ketika menghadapi proses kelahiran. (gun/iwa/mg1)