MUNGKID – Menjelang pemilihan kepala daerah Kabupaten Magelang, pemerintah mengejar proses perekaman kartu tanda penduduk elektronik (e KTP). Selama sebulan terakhir, petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) bekerja hingga larut malam. Mereka nglembur pekerjaan agar perekaman e KTP bisa 100 persen sebelum pilkada berlangsung. “Lembur yang dilakukan petugas sudah berlangsung selama 1 bulan terakhir,” kata Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Kabupaten Magelang M Ali Faiq Rabu (14/3).

Lembur pekerjaan ini dilakukan karena menyikapi pelaksana pilkada pertengahan tahun ini. Petugas melembur pekerjaan yang berkaitan dengan perekaman e KTP hingga sekitar pukul 22.00. Selain lembur di kantor, juga ke lapangan untuk melakukan perekaman bagi warga yang belum. “Kami jemput bola ke kantor desa. Kalau desa kecil 30-50 warga, maka dijadikan satu. Regrouping, nanti desa digabung sekalian perekamannya,” jelasnya.

Beberapa kecamatan yang sudah disambangi terdiri dari beberapa titik. Seperti Kecamatan Sawangan Kaliangkrik, Kajoran, Borobudur, Pakis. Bisa juga dari 3 desa, perekamannya dijadikan satu titik. “Kami mengatur jadwal tenaga (petugas) yang ada,” jelasnya.

Sesuai data hingga Juni 2017, warga yang belum rekam e KTP mencapai 1.200. Sementara warga yang wajib e KTP terdapat 1.280.679 orang. Sampai semester 1, warga yang sudah perekaman 964.237 orang. Untuk total warga yang sudah rekam e KTP hingga Januari terdapat 963.117 orang. “Kalau dipersentase sudah mencapai 99,8 persen. Tapi, data ini belum termasuk, data yang baru. Misal berumur 17 tahun dan lainnya,” ungkapnya. (ady/din/mg1)