KULONPROGO – Jalan Daendels yang terkena pembangunan bandara akan disulap menjadi underpass. Terowongan tersebut panjangnya sekitar satu kilometer.

Terowongan itu melintas di bawah kawasan New Yogyakarta International Airport (NYIA). Masuk dalam wilayah Desa Palihan dan Glagah.

Rencana pembuatan terowongan masih digodok Pemkab Kulonprogo bersama Pemprov DIJ dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera). Pihak yang berwenang adalah Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (Satker P2JN).

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Kulonprogo, Nurcahyo Wibowo mengatakan tugas Satker P2JN mematangkan desain teknis.

“Termasuk menyinkronkan kebutuhan underpass dengan pembangunan bandara yang ditangani PT Angkasa Pura I,” kata Nurcahyo kemarin.

Underpass tersebut sebagai akses lanjutan Jalan Daendels wilayah bandara. “Posisi terowongan mengikuti desain bandara. Yang jelas, jauh dari terminal penumpang,” kata Nurcahyo.

Alternatif penempatan underpass paling memungkinkan di utara stasiun kereta api bandara (area airport city). Akses menuju terowongan menyerong dari jalur saat ini.

Pemprov DIJ bertanggung jawab membebaskan lahan. Yakni di sekitar dua lokasi mulut terowongan (inlet dan outlet) tahun ini.

“Pekerjaan fisik dilakukan Kementerian PU Pera setelah pematangan desain. Pemerintah Pusat telah menyiapkan anggaran Rp 305 miliar,” ujar Nurcahyo.

Dimensi terowongan mencapai 21 meter (termasuk bahu jalan). Tinggi ruang sekitar 5,5 meter. Namun ketinggian itu dinilai kurang layak menjaga aliran udara.

Kepengapan terowongan harus diperhatikan. Sebab panjang terowongan satu kilometer. Pihaknya mengusulkan ketinggian ditambah.

“Belum tahu kapan pelaksanaannya. Saat ini masih proses desain untuk dimatangkan. Termasuk soal drainase mengantisipasi banjir,” kata Nurcahyo.

Kepala Bidang Lalulintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo Hera Suwanto mengatakan untuk memperlancar pembangunan underpass, akan dilakukan penutupan jalan.

Asisten II Sekretariat Daerah Kulonprogo Sukoco mengatakan Jalan Daendels di area NYIA dibelokkan ke utara. Jalan tersebut tersambung melalui underpass.

“Di atas underpass itu bukan terminal penumpang atau area bandara yang banyak orangnya. Hal itu untuk pertimbangan keamanan,” kata Sukoco. (tom/iwa/mg1)