JOGJA – Reuni Akbar Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM yang dihadiri 1.700 alumni tidak hanya sekadar menjadi ajang nostalgia dan dolan bareng, tapi ada value yang bisa dirasakan masyarakat. Ketua Panitia Reuni drg Koessarwono Wibowo mengatakan, reuni kali ini merupakan kegiatan yang fantastis, bisa menghadirkan 1.700 alumni, bahkan ada yang rela datang dari Amerika Serikat, Inggris, dan Malaysia.

Dalam lustrum ke-14 kali ini, diluncurkan program sedekah protesa (gigi tiruan). Berbeda dari program beasiswa bagi mahasiswa yang sudah sering diberikan, sedekah protesa ini mempunyai tujuan ganda. Selain membantu masyarakat mendapatkan kembali senyum sehatnya, juga membantu adik-adik mahasiswa koas FKG UGM menyelesaikan requirement kasus sebelum dilantik menjadi dokter gigi. Kegiatan ini diinisiasi dosen FKG UGM Prof Dr drg Widowati Siswomihardjo MS. dan pengelolaannya di fakultas oleh drg Murti Indrastuti M.Kes, Sp.Pros (K).

Wakil Dekan 2 FKG UGM drg Trianna Wahyu Utami MDSc, Ph.D. menjelaskan, pada malam reuni di Balairung, Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono M.Eng, DEng, berkenan menyerahkan protesa secara simbolik kepada tujuh perwakilan masyarakat penerima manfaat. Turut mendampingi Warek Bidang Kerja Sama dan Alumni Dr Paripurna Sugarda SH, MHum, LLM, Dekan FKG UGM Dr drg Ahmad Syaify Sp.Perio (K), Ketua KAKGIGAMA drg Basuki Sortardjo MARS, serta Ketua Panitia Dies dan Lustrum drg Wignyo Hadriyanto MS, Sp.KG (K).

“Sesuai 70 tahun usia FKG UGM, maka sedekah protesa diberikan kepada 70 masyarakat kurang mampu yang membutuhkan gigi tiruan,” jelas Trianna saat ditemui di kantornya (13/3).

Selain acara reuni, juga diselenggarakan Munas Keluarga Alumni Fakultas Kedokteran Gigi UGM (KAKGIGAMA) Jumat (23/2). “Hasil munas memilih kembali drg Basuki Soetardjo MARS sebagai ketua untuk kedua kalinya,” tutur wanita yang bertanggung jawab mengurusi Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni ini. (laz/mg1)