JOGJA – Untuk berpergian masyarakat tidak lagi perlu membawa dompet dan uang cash, asal masih membawa smartphone. Apalagi dengan adanya aplikasi Yap! atau Your All Payment, buatan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI). Aplikasi Yap! merupakan electronic payment atau alat pembayaran berbasis QR code.

CEO BNI Kantor Wilayah Jogjakarta Arif Suwasono mengatakan Yap! merupakan bentuk dukungan BNI untuk transaksi non tunai atau cashless. Bahkan dengan aplikasi Yap!, BNI sudah selangkah lebih maju dengan mendukung transaksi cashless dengan cardless. Yap! tidak lagi berbasis kartu tapi aplikasi smartphone. “BNI juga yang satu-satunya dan pertama mendapat izin dari BI, untuk menggunakan tiga sumber dana, yaitu Kartu Debit, Kartu Kredit dan uang elektronik (UnikQu),” ujar Arif disela peluncuran Yap! di Hartono Mall minggu (11/3).

Dengan Yap!, lanjut Arif, juga memudahkan merchant atau toko, karena tidak perlu memasang mesin Electronic Data Capture (EDC). Tapi cukup mengunduh aplikasi Yap! dan menyiapkan QR Code. Di Kota Jogja paling tidak sudah ada 150 merchant yang menggunakan Yap!. “Masyarakat yang mau bayar tinggal scan QR Code yang dipasang di merchant dan mengetik nominal yang akan dibayarkan,” terangnya.

Menurut dia Yap! merupakan upaya BNI mengajak masyarakat untuk menikmati budaya bertransaksi baru, secara cashless. Bahkan menghilangkan ketergantungan terhadap penggunaan kartu atau cardless yang juga sejalan dengan program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) Bank Indonesia. Penggunanya juga tidak perlu top up terlebih dahulu. “Selama masih ada dana di kartu debit atau kredit atau di UnikQu, terus bisa bertransaksi,” tuturnya.

Pemanfaatan teknologi tersebut juga didukung oleg Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIJ Budi Hananto yang mengatakan transaksi cashless, bahkan cardless ini sesuai dengan kebutuhan anak muda. Hal itu juga membantu BI, supaya tidak terlalu banyak mencetak uang yang butuh biaya besar. “Hanya perlu pasang aplikasi di smartphone sudah bisa transaksi, tidak perlu khawatir tidak bawa dompet,” tuturnya.

Budi pun berharap kepada BNI supaya terus menggencarkan promosi Yap! ke berbagai toko dan merchant, terutama yang digandrungi anak muda. Budi juga menilai GNNT di DIJ sudah makin berkembang, dengan maraknya e-commerce, e-PBB, pembayaran retribusi secara onlie. “Bahkan di Pemda bayar ke rekanan sudah transfer,” ujarnya. (pra/ong)