(GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA)

GUNUNGKIDUL –Rentetan kejahatan yang dilakukan pasangan suami istri (pasutri) warga Pracimantoro, Wonogiri berakhir di tangan polisi. Keduanya, AD,35, dan EN,21, kini ditahan di sel prodeo Polres Gunungkidul. Pasutri tersebut mengaku telah melakukan pencurian di 35 lokasi berbeda.

“Mereka berkomplot sejak 2017,” ungkap Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady Kamis (8/3).

Terbongkarnya kasus ini berawal pengungkapan pencurian di Padukuhan Gebuk, Desa/Kecamatan Tepus, Senin (15/1). Dengan modus membeli minuman AD membawa kabur dua telepon genggam dan uang tunai Rp 1 juta di sebuah warung. Mendapat laporan dari korban, polisi melakukan penyelidikan hingga mendapatkan informasi adanya transaksi telepon genggam yang ditengarai milik korban. Pasutri tersebut lantas digelandang ke Mapolres Gunungkidul untuk diperiksa. “Keduanya mengakui perbuatan pencurian,” jelas Kapolres.

Dari tangan pelaku diamankan sebuah ponsel merek OPPO Neo 7 dan Lenovo putih, Advance Hammer, dan sebuah sepeda motor Honda Beat AB 3471 LS yang dikendarai AD ketika mencuri.

Kasatreskrim AKP Rudy Prabowo menambahkan, kedua tersangka berbagi peran setiap kali beraksi. Si suami mencuri, sedangkan istrinya menjadi penadah dan menjual barang hasil curian.

Atas aksi tersebut AD dijerat pasal 362 KUHPdengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun. Sedangkan EN dijerat pasal 480 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal empat tahun.

“Kasus ini masih kami kembangkan untuk mencari tahu kemungkinan keterlibatan pelaku lain atau tempat kejadian perkara pencurian lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, AD mengaku menyesali perbuatannya dan berjanji tak akan mengulanginya lagi. “Saya janji,” ucapnya singkat.

Selama ini dia telah menjalankan aksi pencurian di belasan wilayah kecamatan. Di antaranya, lima lokasi di Tepus, Karangmojo (8), Playen (1), Wonosari (2), Ponjong (4), Semin (6), Nglipar (7), dan Tanjungsari (2). (gun/yog/mg1)