SLEMAN – Jogjakarta dengan keindahannya selalu menjadi daya tarik untuk dijadikan latar film. Mulai dari Malioboro, Gunung Merapi, hutan pinus hingga desa-desanya. Berkembangnya perfilman yang ada di Jogjakarta menuntut adanya sebuah studio set art film.

Hal itu di tangkap jeli oleh sutradara kawakan Indonesia yaitu Hanung Bramantyo. Hanung mengatakan, membuat set art ini merupakan cita-citanya sejak kecil.

Dalam mendirikan set art biasanya memakan biaya Rp 300 hingga Rp 400 juta. Oleh karena itu, dia membuat set art yang dapat terus digunakan dan tidak perlu dibongkar setelah selesai syuting dan dapat digunakan oleh film-film lainnya.

Pembuatan studio ini terletak di Desa Gamplong, Sumberrahayu, Sleman. “Desa ini dipilih menjadi tempat studio set art film karena daerah-daerah lain tidak ada yang cukup representatif,” ungkap Hanung di sela syuting film terbarunya Kamis (8/3).

Nantinya set art ini tidak hanya sebagai studio saja melainkan menjadi tempat edukasi dan pendidikan untuk masyarakat bahwa film adalah realitas yang dibentuk.

Beruntungnya, warga sekitar menyambut baik. Antusiasme warga ini yang akhirnya melahirkan sebuah nama Studio Art Gamplong Sleman. Pengunjung yang penasaran melihat set art di dunia perfilman bisa mampir ke sana. Selain itu di sana juga sudah ada homestay. Tidak hanya dipersiapkan dari sisi fasilitasnya warga yang tinggal di desa Gamplong pun diberikan pelatihan-pelatihan menerima tamu.

“Saya ada di fase di mana membuat sebuah film tidak hanya mendatangkan keuntungan semata tapi juga memberikan manfaat buat warga-warga di daerah pembuatan film itu,” ungkap suami Zaskia Adya Mecca ini. (cr1/ila/mg1)