JOGJA – Pagelaran Jagongan Media Rakyat (JMR) yang ke lima kembali di gelar di Jogja National Museum (JNM). Kali ini JMR 2018 mengangkat konsep “kampung” pada masing-masing kelompok atau komunitas yang ikut serta.

Terdapat empat kampung yang diusung oleh ajang dua tahunan yang mengambil tema Gaya Warga Berdaya kali ini, yaitu Kampung Media, Kampung Pangan, Kampung Tekno, dan Kampung Keadilan. Di tiap kampung ada berbagai lembaga maupun media yang mengangkat isu sesuai dengan nama kampung.

Menurut Media Relation JMR 2018 Apriliana Sasanti, festival rakyat ini dilaksanakan guna mempertemukan inisiatif-inistiatif warga yang sudah memiliki kreasi dalam banyak bidang agar bisa menginspirasi yang lain.

“Kami ingin mengumpulkan dan mengajak komunitas, lembaga, dan pemerintah desa untuk berkumpul dalam forum ini untuk berdiskusi mengenai sosial, kemanusiaan, teknologi, kesetaraan gender, dan media komunitas,” ungkapnya.

Festival ini, kata April, diharapkan mampu menjadi inspirasi kepada masyarakat yang datang, agar ke depannya mampu melahirkan kreasi-kreasi yang lebih menarik lagi.

Tidak hanya itu, pameran pengetahuan juga disediakan di sini. Di dalamnya terdapat taman baca, perpustakaan, media komunitas, maupun museum. Ada pula buku rakyat yang menyediakan literasi dan pustaka. Pasar komunitas juga tak kalah menarik, terdapat inisiatif komunitas dalam mempraktikkan kewirausahaan sosial dalam skala kecil. Tak lupa, Bioskop JMR 2018 serta Panggung rakyat menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. JMR 2018 berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu (10/3).

Salah satu pengunjung Dewi Astuti mengatakan, festival JMR 2018 sangat menarik dan menginspirasi untuk terus mengembangkan kreativitas. Tak berbeda dengan Dewi, Elisabet Syelsyi juga mengaku senang sekali bisa berkunjung ke JMR 2018. “Ada banyak pengetahuan yang didapatkan di sini,” tuturnya. (cr2/ila/mg1)