GUNUNGKIDUL – Banyak cara dilakukan untuk meningkatkan minat baca. Salah satunya dengan bedah buku di Balai Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari Kamis (8/3).

Kasubid Deposit dan Pengolahan Bahan Perpustakaan, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIJ Muhammad Rosyid Budiman mengatakan bedah buku menginspirasi masyarakat untuk membaca.

“Kali ini diskusi dan bedah buku mengenai Rancang Bangun Bisnis dan Pengelolaan BUMDesa,” kata Rosyid.

Perpustakaan diharapkan menjangkau sampai ke desa-desa. Karena budaya literasi buku di pinggiran perlu ditingkatkan.

“Peningkatan minat baca melalui media elektronik juga bisa diakses melalui smartphone. Masyarakat dapat membaca tanpa harus datang ke perpustakaan,” ujar Rosyid.

Pihaknya berkeyakinan masyarakat menjadi berkarya. Sehingga memiliki multiplier effect terhadap peningkatan ekonomi. Sehingga indeks kemiskinan bisa berkurang.

Ke depan, kegiatan bedah buku akan menyasar 48 desa lainnya. Menyesuaikan dengan tingkat kebutuhan masyarakat. Di Desa Hargomulyo, materi buku mengenai BUMDes dipilih sesuai dengan keperluan.

“Lain desa beda lagi. Bisa membedah buku potensi perikanan atau peternakan, pertanian dan yang lain,” kata Rosyid.

Kades Hargomulyo, Gedangsari, Sumaryanta mengatakan wilayahnya memiliki banyak potensi wisata. Tema BUMDes menjadi sangat tepat.

“Wilayah kami banyak masyarakat memiliki potensi usaha namun ragu. Semoga BUMDesa dapat menjadi wadah,” ujar Sumaryanta.

Salah satu pembedah buku, Tri Harjono mengatakan promblem klasik yang dihadapi masyarakat dalam mengembangkan potensi adalah bingung. Bimbang memulai sesuatu.

“Padahal setiap desa pasti memiliki keunggulan atau potensi. Tapi terkadang pemerintah desa sendiri juga bingung,” kata Tri.

Tri merupakan mantan Kades Bleberan. Dia meraih pengharaan Wisata Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Pembedah buku lain dari Institute Research Empowerment (IRE Jogjakarta) Sugeng Yulianto mengatakan program bedah buku bermanfaat. Masyarakat dapat pelajari memulai BUMDes.

“BUMDesa memiliki peran penting mengelola aset untuk kemaslahatan bersama. Mulai perbaikan pelayanan publik hingga pendidikan,” kata Sugeng. (**/gun/iwa/mg1)