JOGJA – Pergerakan keuangan di Indonesia yang kian pelik menjadikan Bank Jogja harus terus berinovasi dan mengembangkan diri. Salah satunya dengan melakukan branding. Bank Jogja dulunya bernama Bank Pasar, kemudian mengubah nama pada 2003 lalu.

“Setidaknya bank ini memiliki brand-nya sendiri,” ungkap Direktur Utama Bank Jogja Kosim Junaedi.

Sebagai Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang khusus melayani daerah Jogjakarta, keberadaan Bank Jogja harus dirasakan masyarakat. Bank Jogja, lanjutnya, pada dasarnya menggabungkan cara kerja swasta dan pemerintah. Sehingga, dengan adanya dukungan dari pemerintah harus berupaya menjadi lebih unggul. Terlebih sebagai mitra pemerintah, keberadaan bank ini diawasi oleh banyak pihak. Salah satunya Komisi B DPRD DIJ.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kami berkinerja baik dengan bertanggung jawab terhadap setiap tugas yang ada,” kata Kosim ketika bertemu dengan jajaran manajemen Radar Jogja di kantor Bank Jogja Pusat yang terletak di Jalan Patang Puluhan No.1 Jogja.

Menurutnya, saat ini peningkatan pelayanan menjadi salah satu cara jitu untuk menghadapi tantangan yang kian agresif.

“Kami berupaya untuk menjadi lebih baik. Lebih tanggap, lebih ramah, lebih cepat, lebih semuanya,” tandas Kosim.

Bank Jogja juga diharuskan memberikan pelayanan terbaik. Fokus pelayanan Bank Jogja kembali lagi ke masyarakat. Ketika ada sebuah kegiatan nantinya, Kosim ingin dana promosi dikembalikan ke masyarakat dengan konsep berkegiatan bersama.

“Kami tengah membangun kepercayaan masyarakat dengan pengabdian. Terutama kegiatan yang bersama masyarakat. Sedikit tapi bermakna,” tandasnya. (cr2/ila/mg1)