GUNUNGKIDUL – Jangan pernah menyalahgunakan profesi wartawan. Apalagi hanya menyamar sebagai wartawan untuk memeras orang. Seperti dilakukan Anton Nur Cahyo. Akibat perbuatannya, warga Nglipar, Gunungkidul, itu harus berurusan dengan hukum. Pengadilan Negeri (PN) Gunungkidul pun menyatakan Anton bersalah atas tindak pidana penipuan dan dijatuhi hukuman dua tahun penjara.

Dalam sidang yang diketuai Aria Veronika SH Rabu (7/3) Anton terbukti melanggar pasal 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Akibat perbuatannya, para korban mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Hanya, vonis hakim lebih rendah setahun dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

“Terdakwa maupun JPU menerima keputusan hakim dan tidak mengajukan banding,” ujar Humas PN Gunungkidul Agung Budi Setiawan usai sidang.

Pertimbangan yang memberatkan bagi terdakwa, lanjut Agung, karena tidak beritikad baik memperbaiki kesalahan. Terdakwa menolak mengembalikan uang hasil tipu-tipu kepada korban.

Sementara itu, meski tak pusat dengan putusan hakim, Suharno, penasihat hukum terdakwa, menerima apa adanya. “Kami menghormati putusan itu,” katanya.

Sedangkan JPU Terri Endro Ariwibowo menilai putusan hakim cukup adil. Meskipun lebih rendah dari tuntutan.

Terpisah, Anton Nur Cahyo pilih bungkam selama persidangan. Ditanya tentang perkara hukum yang membelitnya, dia selalu menghindar.

Sebagaimana diketahui, kasus yang menjerat Anton terjadi pada 2016. Ketika itu dia mengaku sebagai wartawan yang bisa memasukkan seseorang sebagai pegawai negeri sipil. Dengan catatan ada uag pelicin. Setelah setahun berlalu, hal itu tak ada kelanjutannya. Maka korban lantas menempuh jalur hukum dengan melaporkan Anton ke polisi. (gun/yog/mg1)