GUNUNGKIDUL – Rekomendasi Badan Geologi terhadap sinkhole (tanah ambles) di Gunungkidul sudah turun. Salah satu isi rekomendasi itu adalah warga diminta berhati-hati karena longsor susulan bias terjadi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki mengatakan Badan Geologi beberapa waktu lalu melakukan penelitian di dua lokasi. Masing-masing di Serpeng Pacerojo Semanu dan Pringluwang Bedoyo Ponjong.

“Untuk Semanu, warga diminta waspada karena bias jadi longsor susulan masih cukup besar. Selain pemasangan police line juga perlu ditambah papan peringatan untuk tidak mendekati lokasi,” kata Edy Selasa (6/3).

Jenis amblesan di Serpeng Semanu berupa dropout doline dengan penampakan longsoran di tebing. “Longsor masih berkembang sejak terendamnya doline pasca Badai Cempaka,” ujar Edy.

Dari hasil rekomendasi itu, tidak menutup kemungkinann masih ada longsor. “Karena kondisi tegaknya lereng terutama yang ada di sisi tenggara,” kata Edy.

Kemudian di Pringluwang, Bedoyo, Ponjong, sinkhole berupa suffosion doline. Berupa runtuhan tanah ke dalam ponor tanpa longsoran dengan diameter empat meter dan diameter sepuluh meter. Di tempat ini diameter amblesan skala kecil, masyarakat sekitar sudah terbiasa dengan menutup area menggunakan batang pisang, jerami, batu, dan tanah.

“Langkah penimbunan tetap bisa dilakukan asal bukan sampah berpotensi mencemari air bawah tanah,” kata Edy.

Menurut Badan Geologi, faktor penyebab amblesan tanah di daerah karst merupakan fenomena alami. Sebagai bagian dari pembentukan morfologi karst itu sendiri.

Pemicu amblesan karena cuaca ekstrem Siklon Cempaka. “Mengakibatkan banjir dan timbulnya genangan air,” kata Edy.

Genangan air menyebabkan massa tanah semakin lama semakin jenuh. Lalu mengalir ke dalam lubang seperti ponor dan dolina yang sudah ada sebelumnya. Larutan itu mengakibatkan amblesan tanah di permukaan.

“Karena berpindahnya material di atas ke dalam rongga-rongga di bawah menimbulkan erosi dan longsor,” kata Edy.

Rekomendasi Badan Geologi diharapkan tidak menyebabkan masyarakat panik. Pihak terkait sudah melakukan penanganan sinkhole.

Sekretaris Desa Bedoyo, Ponjong, Supanto mengatakan di wilayahnya ada enam sinkhole. Pihaknya menyambut positif turunnya rekomendasi Badan Geologi tersebut.

“Kejadian tanah amblas sebenarnya biasa terjadi dan selama ini ditimbun oleh warga,” kata Supanto. (gun/iwa/mg1)