JOGJA – Generasi milenial tidak hanya sibuk dengan media sosial. Mereka juga punya perhatian terhadap pembangunan di Kota Jogja.

Sikap kritris mereka ini mereka buktikan dalam sosialisasi penataan ruang yang diadakan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispetarung) Kota Jogja bagi siswa SMA/SMK di Kota Jogja Selasa (6/3).

Anugerah Sasti siswi SMAN 1 Jogja. Dia mempertanyakan konsep smart city yang akan dikembangkan Pemkot Jogja. Dia menilai smart city yang identik dengan pemanfaatan teknologi akan mengurangi interaksi sosial warga. Padahal salah satu konsep penataan ruang adalah untuk membentuk karakter.”Masyarakat cenderung jadi anti sosial. Apatis,” ujarnya.

Menanggapi itu, Kepala Bidang Pengaturan dan Pembinaan Tata Ruang Dispetarung Kota Jogja Danang Yulisaksono mengatakan, jika hal itu tergantung visi misi Smart City. Danang mencontohkan pernah memberi masukan ke Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Jogja yang akan melakukan digitalisasi buku dan bisa diakses secara online.

Rencana itu dinilainya kurang tepat, karena akan mengurangi kunjungan ke perpustakaan. “Konsep smart city saat ini kan kemudahan akses data serta mempergunakan dan mengelola informasi,” tuturnya.

Pertayaan kritis lainnya, juga diungkapkan siswi SMA 1 Jogja lainnya Febi. Dia mempertanyakan maraknya pembangunan hotel baru di Kota Jogja beberapa tahun belakangan ini. Terlebih hal itu diikuti dengan keluhan warga di sekitar hotel tentang air sumurnya yang asat.

Danang megatakan sudah ada pelarangan hotel untuk mempergunakan sumur dangkal yang kedalamannya sekitar 20 meter. Tapi harus membuat sumur dalam, dengan kedalaman sekitar 100 meter. Tapi diaukinya terdapat beberapa hotel yang melakukan pelanggaran dengan membuat lubang pada kedalam 20 meter. “Kalau ada pelanggaran seperti itu, dinas terkait pasti sudah melakukan penindakan tegas,” jelasnya.

Kepala Dispetarung Kota Jogja Hari Setya Wacana mengaku sengaja mengincar para anak muda untuk dikenalkan tentang penataan ruang.Edukasi yang diberikan tidak sebatas pembinaan pengenalan tata ruang, bahkan juga berkaitan dengan arti tata ruang dan tujuan penataan ruang.”Generasi muda yang peduli penataan ruang akan membantu menciptakan lingkungan tetap nyaman, tertata dan terjaga keseimbangannya sesuai aturan penataan ruang,”terangnya. (pra/din/mg1)