GAEK: Penampilan Samsul Bachri Caeruddin (tengah) saat masih berkostum PSM Makassar. (JPNN)

SLEMAN – Manajemen PSS Sleman bergerak cepat dengan melakukan rekrutmen pemain senior Samsul Chaerudin. Eks PSM Makassar itu diharapkan mampu menghidupkan lini tengah Super Elang Jawa yang kehilangan ruh permainan setelah ditinggal Busari dan Dirga Lasut.

Sayangnya, Samsul saat ini berbeda dengan Samsul ketika bersinar di Juku Eja, julukan PSM. Dengan usia 35 tahun, jelas memasuki masa senja pemain bola. Namun manajemen PSS Sleman bersikukuh dan bahkan pemain senior yang sempat memperkuat Persija Jakarta dan Borneo FC itu disebut-sebut sudah sampai di Sleman.”Samsul sudah deal. Malam ini ( tadi malam, Red) datang ke Sleman. Setelah Samsul kami masih mencari dua sampai tiga pemain lagi untuk kebutuhan tim,” ungkap Manajer PSS Sismantoro Selasa (6/3).

Dengan datangnya pemain baru, tidak menutup kemungkinan beberapa pemain yang saat ini berada di tim bisa dicoret. Mereka akan dilihat dari evaluasi selama proses persiapan dan uji coba yang dijalani. “Mungkin saja ada pemain yang dicoret lagi. Artinya kami mau tim kompetitif dan siap menatap Liga 2 nanti. Untuk nama-nama pemain yang kami buru belum bisa kami informasikan karena masih sangat rahasia agar tidak keduluan tim lain,” imbuhnya.

Di sisi lain, hasil minor yang didapat tim membuat pemain dan pelatih tidak lepas dari sorotan. Terlebih suporter banyak mengungkapkan nada kekecewaan di media sosial. Manajemen juga memberikan peringatan pada pelatih. Sekiranya ada pemain yang kurang berkembang jangan ragu-ragu untuk mencoret.

Pencoretan pemain menurutnya wajar sebab kompetisi musim 2018 diprediksi berjalan lebih ketat dari musim lalu. Pihak PT Putra Sleman Sembada (PSS) juga mendukung langkah manajemen mendapatkan pemain terbaik karena target lolos ke Liga 1 adalah harga mati.

Humas PT PSS Djoko Waluyo menegaskan sependapat dengan langkah yang ditempuh manajemen untuk meloloskan Laskar Sembada ke Liga 1. “Kami dukung sepenuhnya,” tegasnya.

Sebelumnya pelatih juga menilai, tim masih perlu motor serangan sekaligus leader yang bisa mengontrol permainan tim. Selain menjaga penguasaan bola dan inisiatif serangan. (riz/din/mg1)