PURWOREJO – Tindak kejahatan pastilah diawali dengan adanya kesempatan. Sebaiknya pemilik usaha berhati-hati dan meningkatkan penjagaan agar tidak menjadi korban tangan-tangan jahil yang bisa menghabiskan dagangan usahanya.

“Kami bisa maling itu karena memang ada kesempatan. Kalau bisa di tempat usaha ya dijaga biar tidak menjadi incaran orang jahat,” kata Abdul Chalim, 24, warga Desa Bangsri, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, pelaku pencurian dengan pemberatan di konter Sinar Ponsel milik Sidik Purwono, 37, warga Desa Maron, Kecamatan Loano, saat dihadapkan kepada wartawan Selasa (6/3).

Dikatakan, jika dilakukan penjagaan orang-orang yang berniat jahat akan berpikir banyak sebelum beraksi. Keberaadan alat-alat pengaman lain dinilainya juga bisa diakali oleh orang yang memang berniat jahat. “Ya itu paling harus dijaga saja,” jelas Chalim.

Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Kholid Mawardi mengungkapkan, Chalim hanya sendirian saat melakukan aksinya di konter HP yang tidak dilakukan penjagaan pada Kamis (14/12/2017). Pelaku memilih melakukan aksinya di pagi buta sekitar pukul 04.30.

“Dari hasil aksinya mereka menyikat 15 ponsel aneka merek dan 1 speaker aktif,” kata Kholid Mawardi. Barang curian yang diperoleh selanjutnya dijual kepada Romadhon, 38, warga Desa Girirejo, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, serta Supriyono, Desa Bumirejo, Kaliangkrik.

“Dari pengakuannya, saat melakukan aksi memanfaatkan kekosongan penjagaan dan mencongkel jendela konter,” tambah Kholid. Chalim disangkakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Sementara Romadhon dan Supriyono yang membeli barang curian itu disangkakan Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. (udi/laz/mg1)