(GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA)

JOGJA – Minimnya sosialisasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax series cukup disesalkan pengguna kendaraan bermotor di wilayah Jogjakarta. Seperti dilansir JawaPos.com PT Pertamina mengumumkan kenaikan harga pertamax dan pertalite dengan nominal hingga Rp 300 per liter cukup diumumkan di website Pertamina pada Jumat (23/2). Kenaikan tersebut berlaku di wilayah Jawa, Madura, dan Bali per Sabtu (24/2) lalu. Pertamax dari sebelumnya Rp 8.600 menjadi Rp 8.900 per liter. Sedangkan Dexlite naik dari Rp 7.500 per liter menjadi Rp 8.100 per liter. Sementara premiumdan solar masih tetap sama. Yakni Rp 6.550 per liter dan Rp 5.150 per liter.

“Tahu-tahu saat mau bayar di pom. Meski naik hanya Rp 300 per liter, kan dikali berapa liter jadi lumayan terasa,” keluh Arif Widodo, warga Kota Jogja, usai mengisi pertamax di SPBU Lempuyangan Selasa (6/3).

Sedangkan seorang pengendara Toyota Fortuner, Abdul Rokim, berpendapat, meski pertamax bukan termasuk BBM bersubsidi, setiap ada kenaikan maupun penurunan harga seharusnya tetap harus disosialisasikan secara masif. “Apalagi Pertamina terus mengurangi stok premium di pom-pom bensin. Otomatis masyakarat akan beralih ke pertalite atau pertamax,” katanya.

Pengawas SPBU Lempuyangan Anang Gunawan mengatakan, kenaikan harga pertamax series dan pertalite belum berimbas pada pengalihan ke BBM jenis lain oleh masyarakat. “Meski (pertamax, Red) naik, tetap banyak yang mengantre,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Himpunan Wiraswasta nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DIJ Siswanto menilai, kenaikan BBM nonsubsidi tak berpengaruh pada permintaan masyarakat. Siswanto menilai, masyarakat telah terbiasa menghadapi fluktuasi kenaikan harga BBM nonsubsidi. “Nyatanya kebutuhan BBM nonsubsidi itu tidak mengalami penurunan. Kebutuhan harian tetap, berkisar 2.500-3.000 kiloliter,” ungkapnya.

Menurut Siswanto, masyarakat seolah tetap adem ayem menghadapi kenaikan harga BBM nonsubsidi lantaran pertamax memiliki pangsa pasar sendiri. Selain itu, fluktuasi harga BBM nonsubsidi lebih banyak dipengaruhi harga pasar minyak dunia.(sky/bhn/yog/mg1).