MUNGKID – Peristiwa keracunan di kawasan lereng Sumbing, Desa Banjarsari, Windusari, Kabupaten Magelang, terus didalami pemerintah. Belasan korban mengalami mual dan dilarikan ke rumah sakit. Mereka diduga keracunan setelah memakan hidangan di acara pernikahan salah seorang warga.

Petugas juga sudah mengambil berbagai sampel makanan untuk diteliti. Makanan kemudian diuji melalui laboratorium di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Jogjakarta. Meski sudah hampir tiga hari pasca acara, hasil uji laboratorium belum bisa diketahui.

“Hasil uji laboratorium keluar lebih dari seminggu,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Hendarto kemarin. Peristiwa keracunan makanan ini terjadi sekitar pukul 14.00 (3/3). Seperti biasa, warga yang mendatangi acara pernikahan disuguhi berbagai jenis makanan dan minuman.

Dalam hajatan itu dihidangkan makanan kue kacang ijo, sosis, bakso, sate, semangka, melon, daging sapi, sayur cecek, mi dan lainnya. Namun setelah acara selesai diketahui ada warga yang mual-mual. Bahkan ada juga yang dikabarkan diare. Warga yang mengalami hal seperti itu langsung dibawa ke rumah sakit.

Sebagian korban ada yang langsung menjalani rawat inap dan rawat jalan. Dari makanan yang diambil sampel, kemudian diperiksa menggunakan sistem khusus. “Pemeriksaan laboratorium lengkap pakai kultur dibiakkan untuk mengetahui jenis bakterinya,” jelasnya.

Polisi juga terjun ke lokasi kejadian. Kasubbag Humas Polres Magelang Kompol Santoso menyatakan, Polri sudah melakukan beberapa tindakan. Di antaranya menerima laporan, sudah cek TKP, dan mencari saksi.

Korps Bayangkara juga sudah menyita beberapa barang bukti. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan dokter Puskesmas Windusari. “Semua korban akibat memakan kue bangkok. Selanjutnya akan dilaksanakan uji laboratorium, terhadap semua makanan yang disajikan,” katanya. (ady/laz/mg1)