SLEMAN – Sebanyak 103 mahasiswa lulusan Program Studi Profesi Apoteker Universitas Islam Indonesia (UII) mengikuti pengambilan sumpah apoteker. Berlokasi di Auditorium Prof KH Abdul Kahar Mudzakir UII, Selasa (6/3).

Para apoteker baru ini telah dinyatakan lulus ujian komprehensif terintegrasi model Objective Structure Clinical Examination (OSCE) internal dan lulus Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) Computer based Test (CBT) nasional. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi 3,74 pada periode ini berhasil diraih Budi Wijiyanto.

“Kami menyadari tantangan dunia pendidikan profesi Apoteker semakin besar, terlebih dengan pelaksanaan UKAI baik dengan CBT dan OSCE. Merespons hal itu, Apoteker UII melakukan terobosan dengan menyusun ujian komprehensif Praktik Kerja Profesi Apoteker dalam bentuk OSCE secara terintegrasi,” jelas Ketua Program Studi Profesi Apoteker UII Dimas Adhi Pradana, MSi, Apt.

Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas kemampuan praktik lulusan serta mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi UKAI OSCE nasional yang akan diimplementasikan mulai 2019 mendatang.

Ujian komprehensif bentuk OSCE bukan merupakan hal yang baru bagi Apoteker UII. Sejak 2008, Apoteker UII telah melaksanakan ujian komprehensif bidang Farmasi Perapotekan secara OSCE.

“Bedanya, untuk kali ini pelaksanaan ujian komprehensif dilakukan secara terintegrasi yang meliputi tiga bidang pekerjaan kefarmasian yaitu Farmasi Industri, Farmasi Rumah Sakit dan Farmasi Perapotekan/komunitas,” paparnya.

Dengan ujian komprehensif model OSCE tersebut, lanjutnya, mahasiswa menjadi lebih siap dalam menghadapi praktik kefarmasian di dunia kerja. (ita/ila/mg1)