KULONPROGO – Kamsiyo, 80, warga Pedukuhan Ngipik, Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang, tewas gantung diri di dapur rumahnya Senin (5/3). Korban ditemukan sekitar pukul 07.00.

Korban diduga depresi akibat sakit yang tak kunjung sembuh. Akhirnya memilih untuk mengakhiri hidupnya kemarin.

Kapolsek Kalibawang Kompol Endang Suprapto mengatakan jenazah korban kali pertama ditemukan anak korban, Catur Rini, 40. Dia hendak mengirim makanan ke rumah korban yang letaknya bersebelahan.

“Saat didatangi, pintu rumah korban dalam keadaan terkunci. Setelah berhasil masuk, saksi (Catur Rini) melihat korban gantung diri di dapur,” kata Endang.

Kabar gantung diri itu dengan cepat tersebar. Warga dan tetangga korban berdatangan dan mengevakuasi korban dan dibawa ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Nanggulan.

“Hasil pemeriksaan medis, korban meninggal sebelum dibawa ke rumah sakit. Tidak ada tanda-tanda kekerasan dan dipastikan korban bunuh diri,” kata Endang.

Berdasar keterangan keluarga, korban tidak sekali ini mencoba bunuh diri. Sudah berulang kali berniat bunuh diri namun selalu berhasil digagalkan.

Setiap ada tali, keluarga korban selalu menyimpan. Namun usai panen buah duku, keluarga lupa menyimpan tali. Lalu digunakan korban untuk gantung diri.

Korban memiliki riwayat sakit jantung, paru-paru dan pinggang. “Menurut penuturan keluarganya, sakitnya tak kunjung sembuh,” kata Endang. (tom/iwa/mg1)