SLEMAN – Penipuan berkedok investasi kembali terjadi di wilayah Sleman. Kali ini berkedok bisnis multi level marketing (mlm) Qnet. Puluhan pemuda direkrut dan dijanjikan untuk dipekerjakan di sebuah perusahaan dengan gaji Rp 3 juta per minggu. Namun, mereka lebih dulu harus menyetor modal awal sebesar Rp 8,5 juta untuk bergabung dengan Qnet. Selanjutnya, setiap pendaftar mendapatkan satu keeping cakra Qnet yang diklaim sebagai sarana untuk memperbaiki stamina dan kesehatan.

Setelah menjadi anggota Qnet, mereka dikumpulkan di wilayah Kalasan, Sleman untuk mengikuti seminar bisnis. “Untuk mendapat gaji Rp 3 juta per minggu diharuskan merekrut minimal dua downline,” beber Awik,20, asal Madura.

Awik pun berupaya mencari downline tersebut. Namun, setelah mendapatkan dua downline, janji Qnet tak juga terealisasi. “Tiap merekrut satu anggota dapat bonus Rp 500 ribu. Ternyata tak dapat apa-apa,” ungkap Awik yang telah tujuh bulan tinggal di Sleman.

Dikatakan, sejak awal tidak ada kejelasan pembagian kerja. Janji penempatan kerja di perusahaan juga tak kunjung ada kejelasan. Bahkan untuk bertahan hidup Awik terpaksa menjual barang-barang berharganya.

Setiap hari dia dan sesama peserta Qnet hanya mendapatkan motivasi dari seseorang yang dicap sebagai leader. Leader inilah yang menyediakan rumah kontrakan untuk menampung puluhan anggota Qnet. “Semua sudah telanjur membeli cakra tapi belum dapat gaji atau bonus seperti yang dijanjikan,” sesalnya.

Kapolsek Kalasan Kompol Teguh Yuwono mengatakan, kasus ini terkuak saat puluhan pemuda tersebut berkumpul di Lapangan Raden Ronggo Kalasan dan membuat keributan.

Mereka lantas digiring ke Mapolsek Kalasan untuk menjalani pemeriksaan. “Semua pemuda berasal dari luar Jogjakarta. Mayoritas dari Madura,” kata Teguh.

Setelah mendapat penjelasan, Kapolsek lantas memfasilitasi para pemuda untuk melapor di Polda DIJ. (dwi/yog/mg1)