GUNUNGKIDUL – Tahun ini Pemkab Gunungkidul mengagendakan pembangunan Pasar Playen, Kecamatan Playen. Untuk sementara, aktivitas pedagang dialihkan ke pasar darurat.

Saat ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul mulai membangun pasar darurat di Desa Playen. Lokasi tersebut nanti dugunakan sebagai lokasi berjualan para pedagang selama Pasar Playen dibangun.

“Pasar darurat mulai dikerjakan, target bisa difungsikan April mendatang,” kata Kepala Bidang Pasar, Disperindag Gunungkidul Ari Setiawan Senin (5/3).

Dijelaskan, pasar darurat merupakan tahap awal pembangunan Pasar Playen. Karena sekarang dalam tahap lelang untuk menunjuk rekanan.

“Total anggaran pembangunan pasar Playen sendiri mencapai Rp 2,5 miliar,” kata Ari.

Dia berharap proses lelang bisa cepat sehingga pada awal April pembangunan bisa dimulai dan pasar darurat dapat difungsikan. Pembangunan Pasar Playen adalah bagian dari program rehabilitasi pasar tradisional.

“Sembilan pasar lain juga akan dibangun di tahun ini. Kebutuhan total anggaran rehabilitasi pasar mencapai Rp 10,1 miliar,” ujarnya.

Sembilan pasar itu, Pasar Argosari Wonosari, Pasar Hargomulyo Gedangsari, Pasar Mentel Tanjungsari, dan Pasar Bedoyo Ponjong. Lalu Pasar Trowono Paliyan, Pasar Wonontoro Karangmojo, Pasar Semin, Pasar Jimbaran Ponjong dan Pasar Jepitu Girisubo.

Kepala Disperindag Gunungkidul Hidayat mengatakan dengan perbaikan pasar tradisional diharapkan mampu bersaing dengan toko modern.

“Selain menggunakan anggaran APBD, bisa juga dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) hingga Tugas Pembantuan (TP) dari Pusat. Namun untuk TP tahun ini belum ada informasi ada tidaknya bantuan,” kata Hidayat.

Anggota DPRD Gunungkidul Anton Supriyadi mengingatkan pemkab agar memperhatikan proses pembangunan dengan seksama, jangan sampai molor. “Ini berkaitan dengan kualitas pembangunan,” kata Anton. (gun/iwa/mg1)