GUNUNGKIDUL – Murid taman kanak-kanak (TK) se-Gunungkidul mengikuti acara gebyar sehari bersama polisi lalu lintas di GOR Siyono, Playen Senin (5/3). Kegiatan tersebut untuk menanamkan tertib berlalu lintas sejak dini.

Dirlantas Polda DIJ Kombes Pol Latif Usman mengatakan budaya tertib lalu lintas diperlukan untuk menekan angka kecelakaan. Tingginya kasus kecelakaan lalu lintas salah satunya karena faktor kelalaian.

“Melalui kegiatan ini kami ingin medoktrin anak-anak agar tertib berlalu lintas (tiblantas). Kalau yang sudah dewasa seharusnya sudah tahu bagaimana rambu-rambu dipatuhi,” kata Latif.

Acara tersebut diisi dengan sejumlah rangkaian kegiatan. Mulai menggambar hingga kampanye tiblantas.

“Kami terus mengupayakan sejak dini dengan menggandeng sekolah tingkat TK,” ujarnya.

Melalui kampenye polisi sahabat anak, dimaksudkan untuk menanamkan kedisiplinan usia dini. Anak mudah meniru dan memang harus diberi contoh dengan hal positif.

“Aturan (kepada) orang dewasa sudah jelas. Sudah mengetatahui peraturan lalu lintas tinggal mau menjalankan atau tidak,” kata Latif.

Dia mengingatkan masyarakat hendaknya menjadi “polisi” bagi dirinya sendiri. Artinya, dengan kesadaran sendiri menanamkan jiwa tiblantas di jalan raya sehingga meminimalisir kecelakaan.

Pihaknya prihatin jumlah pelanggar lalin masih tinggi. Rata-rata sehari ada 1.000 orang melanggar rambu lalu lintas di Jogjakarta. Angka tersebut diketahui dari jumlah surat tilang, belum termasuk yang tidak ketahuan.

“Yang dilanggar, selain rambu juga kecepatan kendaraan,” ungkap Latif.

Kecepatan paling banyak menyebabkan pengendara meninggal dunia. Aturan rambu 60 kilometer per jam, 40 kilometer per jam harus ditaati untuk menghindari kecelakaan.

“Kami terus berupaya melakukan tindakan sosialisasi kepada masyarakat. Seperti upaya preventif dan edukatif, seperti pemasangan rambu dan sosialisasi,” kata Latif.

Wakil Kepala TK Kumala Bayangkari Utik Budi mengatakan pengenalan aturan lalin kepada anak diharapkan membawa perubahan kesadaran saat dewasa.

“Dengan acara ini anak-anak lebih disiplin dalam berlalu lintas. Sehingga menjadi pelopor bagi dirinya sendiri dan orang di sekitarnya,” kata Utik. (gun/iwa/mg1)