SLEMAN – Penyesalan memang selalu datang di belakang. Begitu juga yang dirasakan PSS Sleman. Penyesalan itu yakni tentang Busari dan Dirga Lasut. Keduanya, sebenarnya sudah diminta untuk dipertahankan oleh pelatih Herry Kiswanto sesaat setelah ditunjuk menangani tim di musim 2018.

Herkis mengutarakan itu di Surabaya. Ketika itu PSS Sleman diundang Persebaya dalam Celebration Game akhir 2017 lalu. Namun ternyata kedua pemain ini lepas juga dari Maguwoharjo, markas PSS Sleman.

Penyesalan itu diutarakan pelatih PSS Herry Kiswanto setelah timnya takluk untuk ketiga kalinya dalam laga uji coba. Terakhir, Minggu (4/3), PSS sleman takluk dari tim Liga 1 PSMS Medan. Selain kalah, permainan Ega Rizky dkk juga dinilai tidak mengalami peningkatan signifikan. Tidak adanya sosok pemimpin dan kreator permainan semacam Busari dan Dirga menjadikan gaya main PSS tidak karu-karuan. “Leader sangat pengaruh. Kami perlu pemain yang bisa membaca permainan lawan juga punya visi bermain. Bukan perkara mental sepertinya. Karena babak pertama kami mendominasi,” katanya kepada.

Memang betul, pada babak pertama menghadapi PSMS Medan, tuan rumah lebih dominan. Termasuk beberapa kali kesempatan melakukan tekanan ke pertahanan lawan. Namun terlihat belum adanya chemistry pemain antarlini.

Mantan libero dan kapten timnas era 80’an itu sebenarnya sudah menyodorkan beberapa nama sebagai opsi pengganti Busari dan Dirga. Namun buruan itu ternyata lebih dulu ditangkap klub lain. Karena itu saat ini dia lebih menunggu kinerja manajemen memburu pemain yang bisa mengangkat permainan tim.

Herkis mengatakan, filosofi dan karakter bermain yang diinginkannya adalah kolektivitas dan determinasi. Namun jelas, tanpa adanya leader, determinasi yang diharapkan jadi tidak terarah.

Eksan Pratama yang memiliki skill bagus masih perlu waktu mengasah kreativitasnya untuk mengangkat performa tim. Juga dengan Adi Nugroho dan Ilhamul Irhas yang bisa lebih berkomunikasi untuk membagi peran di lini tengah. “Beberapa hari ini kami mungkin akan calling down dulu untuk me-refresh suasana. Bisa dengan outbound. Selain kami mengoreksi beberapa kekurangan dari beberapa uji coba,” ujar Herkis.

Eks arsitek Persela Lamongan itu belum menilai adanya kondisi darurat dalam tim. Dia masih optimistis timnya masih bisa berkembang menjadi lebih baik seperti yang diharapkan. Terlebih masih ada waktu sebelum kompetisi dimulai. “Sejauh ini kami masih optimistis dengan pemain yang ada,” katanya. (riz/din/mg1)