SLEMAN – Padatnya jadwal kegiatan, baik di pusat maupun daerah, mendorong Siti Hediati Soeharto, SE atau Titiek Soeharto mendirikan Rumah Aspirasi. Itu untuk menampung masukan maupun keluhan dari warga terkait persoalan di daerahnya tanpa harus bertemu langsung.

“Dengan begitu, diharapkan permasalahan di wilayah tersebut dapat langsung dicarikan solusinya dengan segera,” ujar Titiek Soeharto saat menggelar Rapat Dengar Pendapat Masyarakat (RDPM) sekaligus peresmian Rumah Aspirasi Titiek Soeharto di Potrojayan, Madurejo, Prambanan, Sleman, Selasa (13/2).

Dalam kesempatan itu turut hadir pula Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun dan Anggota DPRD Kabupaten Sleman Prasetyo Budi Utomo.

Melalui Rumah Aspirasi ini, lanjut Titiek Soeharto, permasalahan yang tidak terselesaikan di tingkat kabupaten maupun provinsi dapat dicarikan solusinya di tingkat pusat.

Dalam RDPM kemarin, Titiek juga menanggapi keluhan masyarakat terkait masalah ketiadaan embung. Dia pun berjanji akan segera merealisasikannya.

“Embung penting karena fungsinya untuk menampung air hujan guna mengairi sawah, menjaga kualitas air tanah, dan mencegah banjir. Termasuk untuk budidaya ikan sebagai sumber protein warga, dan destinasi wisata serta sarana olahraga,” ujarnya.

Ditambahkan, embung akan sangat berguna saat musim kemarau tiba. Diharapkan juga dapat meningkatkan ketahanan pangan dan menaikkan pendapatan masyarakat. Dengan begitu, Sleman sebagai penyangga pangan di DIJ dapat menekan angka alih fungsi lahan pertanian. Untuk pembangunan satu embung perkiraan anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 300-500 juta.

Titiek Soeharto menyadari bahwa masih banyak kelompok tani yang kesulitan untuk mendapatkan program bantuan dari pemerintah karena terganjal masalah belum memiliki badan hukum. Oleh sebab itu, dia mengimbau kelompok tani yang belum berbadan hukum untuk segera melaporkan ke Rumah Aspirasi Titiek Soeharto agar segera dapat dibantu pengurusan izin pendirian badan hukumnya.

Memasuki tahun politik, tidak lupa Titiek Soeharto berpesan agar masyarakat lebih menguatkan lagi nilai-nilai Pancasila. Itu penting untuk mencegah potensi disintegrasi bangsa dan menangkal upaya dari luar untuk menghancurkan bangsa Indonesia, salah satunya melalui narkoba.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun dalam sambutannya menyampaikan, Titiek Soeharto sangat peduli terhadap kesejahteraan petani. Hal ini diwujudkan dalam bentuk bantuan alat mensin pertanian (alsintan) seperti traktor, pompa air, alat pertanian, bibit tanaman, dan penghijauan.

“Sleman bisa mencapai swasembada pangan, tentunya tidak terlepas dari peran Mbak Titiek,” ujarnya.

Sedangkan Anggota DPRD Kabupaten Sleman Prasetyo Budi Utomo berharap dengan adanya Rumah Aspirasi Titiek Soeharto akan memudahkan kader Golkar membantu masyarakat dalam mengakses berbagai program bantuan dari pemerintah. (*/ila/mg1)