KAWASAN TERTIB LALU LINTAS: Pengemudi betor melintas di jalur lambat di Jalan Malioboro Senin (5/3). (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

JOGJA –Becak motor (betor) tak luput jadi sasaran razia kendaraan “Operasi Keselamatan Progo 2018”

oleh anggota Satuan Lalu Lintas Polresta Jogja Senin (5/3). Betor dilarang mangkal di Malioboro karena area ini termasuk kawasan tertib lalu lintas.

Upaya penertiban sempat mendapat penolakan pengemudi betor. Namun, mereka akhirnya mau menuruti instruksi aparat untuk tidak mangkal di Malioboro.

Kanit Turjawali AKP Tugiman mengatakan, kawasan Malioboro hanya diperuntukkan bagi becak, andong, dan pejalan kaki. “Kami hanya peringatkan pengemudi betor agar tidak ngetem di Malioboro,” ujarnya.

Dikatakan, selama operasi, aparat tak melakukan penilangan terhadap pengemudi betor terkait kelengkapan surat-surat dan spesifikasi fisiknya hingga payung hukum yang menaungi kendaraan bermotor roda tiga itu jelas. Penindakan hanya dikenakan bagi pengemudi betor yang melanggar lalu lintas. Misalnya, melawan arus atau tak mengenakan helm.

Sejumlah titik operasi tersebar di Sosrowijayan, Pajeksan, Dagen, Beskalan, dan Beringharjo. “Yang kedapatan secara kasat mata melanggar langsung kami tilang,” tegasnya.

Kasatlantas Polresta Jogja Kompol Dwi Prasetyo menambahkan, operasi di kawasan Malioboro lebih dititikberatkan pada upaya preventif mencegah kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

“Kami ingin para pengendara motor memiliki kesadaran berlalu lintas,” jelasnya.

Sementara itu, para pengemudi betor yang dilarang mangkal di Malioboro pilih bungkam. “Jelas kecewa. Selama ini kami tak tahu kalau dilarang mangkal di Malioboro,” ucap salah seorang pengemudi betor seraya meninggalkan tempat mangkalnya. Pria yang tak mau namanya dikorankan itu biasanya mangkal di pedestrian sisi barat depan Mal Malioboro. (bhn/yog/mg1)