Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti dikukuhkan menjadi Bunda Baca dalam kegiatan Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca yang dipusatkandi Pendopo Kabupaten Purworejo (1/2). Pengukuhan itu diharapkan akan menumbuhkan minat baca sebagai upaya untuk peningkatan kualitas masyarakat.

Pengukuhannya sendiri dilakukan oleh Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Muhammad Syarif Bando dan disaksikan oleh AnggotaDPR RI Komisi X Bambang Sutrisno, Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Tengah Muhammad Masrofi, penulis nasional Junaedi Setiyono, dan segenap peserta dari para akademisi, mahasiswa hingga kalangan pelajar.”Ketokohan Wakil Bupati Yuli Hastuti kita harapkan akan bisa mendorong peningkatan minat baca masyarakat,” kata Kepala Dinas Kearsipan dan Perputakaan Kabupaten Purworejo, Tri Joko Pranoto.

Dikatakannya, saat ini pihaknya terus mensosialisasikan budaya gemar membaca ditengah masyarakat. Salah satunya dengan menggelar berbagai kegiatan dan program kreatif seperti lomba-lomba dari mulai tingkat TK, program satu desa satu perpustakaan hingga kegiatan outdor. “Mobil perpustakaan keliling milik kita sekarang menyasar ke tempat-tempat wisata untuk kampanye semangat membaca. Kedepan kami minta dukungan agar tekad kami menjadikan Purworejo smart city itu mampu terwujud dengan tingkat literasi yang baik,” katanya.

Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando mengatakan tidak semua kepala daerah bisa mendapatkan gelar kehormatan tersebut. Hanya yang memenuhi kriteria saja yang bisa mendapatkannya. Saat ini, belum semua kepala daerah yang dianugerahi gelar Bunda Baca. “Pemberian anugerah ini kita nilai secara maksimal, dilihat dari kiprahnya memajukan minat baca dapat dijadikan role model. Tentunya mereka merupakan orang-orang yang kita anggap menjadi panutan di daerah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga meminta Purworejo menjadi salah satu kota yang mampu menginisiasi peningkatan indeks literasi masyarakat di Provinsi Jawa Tengah. Salah satu hal yang harus ditempuh adalah terus mendorong dan memasyarakatkan kebaradaan perpustakaan daerah.

Keberadaan perpustakaan seharusnya tidak hanya menjadi tempat pinjam buku, tapi harus mejadi tempat yang nyaman untuk berbagai kegiatan literasi. Jika perpustakaan mampu menjadi tempat representatif untuk kegiatan, pihaknya yakin tingkat baca masyarakat khususnya generasi pelajar mampu meningkat. “Saya dengar gedung perpustakaanya baru, tentu harus mampu menjadi tempat yang sangat nyaman untuk kegiatan,” ungkap Syarif.

Syarif pun meminta agar Dinarpus dan pustakawan lebih kreatif dan inovatif, baik dalam menggelar kegiatan maupun menyediakan ragam buku. Hal itu sebagai pancingan agar mampu menyedot daya hati masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan dan gemar membaca.

Mengingat saat ini tingkat literasi Negara Indonesia masih sangat tertinggal dengan negara-negara tetangga Asean. Dengan hadirnya perpustakaan yang menyediakan ragam kegiatan dan buku yang menarik, pihaknya optimistis ke depan indeks literasi Indonesia akan meningkat.

Wakil Bupati Yuli Hastuti mengaku bangga dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, diharapkan melalui forum itu akan mampu menjadi motivasi sekaligus memberi perhatian khusus kepada Kabupaten Purworejo dalam pengembangan Perpustakaan Daerah. “Kegiatan ini sungguh sangat relevan dengan tema “lmplementasi Revolusi Mental Melalui Mobilisasi Pengetahuan dalam Meningkatkan lndeks Kegemaran Membaca Masyarakat”. Revolusi mental merupakan perubahan yang relatif cepat dalam cara berpikir kita dalam merespons, bertindak, dan bekerja,” kata Yuli

Ditambahkannya, melalui Revolusi Mental yang mengarah pada kerja keras bisa dipengaruhi dari kebiasaan membaca buku, bisa menginspirasi seseorang menjadi tokoh atau orang sukses yang menjadi idolanya. Dengan menggerakkan masyarakat untuk gemar membaca, diharapkan nantinya akan terbentuk masyarakat cerdas dan berkualitas. “Dan pada gilirannya nanti akan memperkokoh Indonesia sebagai bangsa yang luar biasa,” pesan Yuli Hastuti. (***/mg1)