Salah satu sosok kapten PSS Sleman yang dikenal Sleman fans kekinian adalah Anang Hadi. Dia berposisi sebagai gelandang dan sempat membawa PSS juara Divisi Utama LPIS. Anang Piawai mencetak gol dan bisa menjadi panutan di lapangan.

Berikut bincang-bincang wartawan MAINBOLA Rizal Setyo Nugroho dengan AH8 belum lama ini.

MB: Mas Anang bagaimana kabarnya? Apakah masih mengikuti kabar PSS sejauh ini ?

AH : Sudah jarang nonton langsung Mas. Saya fokus melatih UAD FC untuk persiapan Liga 3. Paling kalau saya lihatnya cuma di Twitter. Seperti biasa di awal pembentukan tentunya masih membutuhkan chemistry dan kekompakan antar pemain. Masih wajar.

Kemarin dua kali uji coba dengan tim yang level di atasnya mereka. Cukup bagus untuk melihat kekurangan dan kelemahan yang harus diperbaiki.

MB: PSS sejauh ini masih mencari sosok kapten tim. Menurut Anda, sosok kapten tim itu seperti apa ?

AH: Kapten tim harus bisa membuat suasana tim menjadi kondusif. Bisa menjalin komunikasi dengan teman. Sosok yang dihormati bukan ditakuti. Yang utama lagi, kapten itu kepanjangan suara dari pelatih kalau di lapangan.

MB: Pengalaman Anda sebagai kapten tim, apa kesulitanya sebagai kapten PSS yang kadang dirasakan ?

AH : Yang jelas di PSS tekanan sangat berat. Apalagi harus memimpin rekan-rekan dan tanggung jawab harus menang di hadapan suporter.

MB : Lalu bagaimana cara mengatasi tekanan itu ?

AH: Tetap fokus saja selama latihan dan komunikasi dengan pelatih. Sebelum bertanding ajak diskusi teman-teman. Saling memberi semangat antarpemain biar enjoy dan beban dipikul bersama.

MB: Seringkali pertandingan harus berjalan dengan tensi tinggi, kerap terjadi gesekan. Bagaimana menenangkan sesama rekan agar tidak terprovokasi ?

AH : Biasanya saya mendekati pemain tersebut dan mengatakan ‘Sangat rugi kalau kamu sampai berantem apalagi bisa kartu merah. Tetap tenang ingat kepentingan tim’. Saya biasanya minta teman-teman fokus ke pertandingan. Kami harus dapat poin dan menang itu yang utama.

MB: Kalau di PSS apakah kapten tim sebaiknya pemain lokal atau asli Sleman ?

AH: Tidak juga mas. Semua bisa jadi kapten di PSS. Pelatih tahu pertimbangannya. Cuma kalau pemain lokal yang sudah lama di PSS, harapannya lebih mengerti karakteristik tim.

MB: Di PSS ada M. Zamzani dan Wahyu Sukarta yang termasuk talenta lokal. Keduanya juga termasuk yang lama di tim. Bagaimana melihatnya ?

AH: Sayangnya mereka sangat jarang dapat kesempatan bermain. Sekilas saya melihat perkembangan mereka sedikit lambat. Tapi saya berharap banyak mereka tetap latihan keras untuk mencari perhatian dari pelatih. Semoga saja ada banyak talenta lokal yang menjadi pemain inti. Untuk kapten siapa saja berhak, tidak harus talenta lokal.

MB: Mas Anang, bisa diceritakan dulu prosesnya dipilih menjadi kapten PSS ?

AH: Saya pertama jadi kapten di pertengahan musim 2013 menggantikan Abda Ali yang cedera.

MB : Ada harapan untuk PSS musim ini ?

AH : Semoga tercapai apa yang diharapkan selama ini. Bisa promosi dan bermain kembali di kasta tertinggi. (riz/din/mg1)