JOGJA – Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Yogyakarta baru saja melaksanakan kegiatan wisuda dan angkat sumpah lulusan program Diploma III Jurusan Analisis Kesehatan, Jurusan Kebidanan, Jurusan Keperawatan Gigi, dan Jurusan Kesehatan Lingkungan, Rabu (28/2) lalu.

Dalam kesempatan tersebut Poltekkes Kemenkes Yogyakarta meluluskan 147 mahasiswa dari program Diploma III, Program Sarjanan terapan kelas regular, dan kelas alih jenjang.

“Mahasiswa yang diwisuda hari ini berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Saya berharap lulusan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dapat kembali ke daerah masing-masing dan berkontribusi dalam peningkatan pelayanan kesehatan di masyarakat setempat,” ujar Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Joko Susilo, SKM, MKes.

Selama belajar di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, calon lulusan sudah dibekali dengan keterampilan di bidang terkait dengan melakukan kerja praktik di beberapa rumah sakit dan organisasi profesi untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan.

Selain itu dalam rangka peningkatan profesionalisme dan pendayagunaan lulusan, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta juga telah menjalin kerja sama dengan delapan institusi pendidikan di luar negeri seperti Mahidol University dari Thailand, Murni International Collage dari Malaysia, Nursing Agency Taiwan dari Taiwan, Khon Khaen University, Prince of Songkhla University, KKH Hospital Children and Maternal Singapura, Ministry of Health of Myanmar, Malaysia Science University (MSU)-Malaysia UNISZA Trenggano Malaysia, dan Dongseo University-Korea.

Berbagai penghargaan juga berhasil diraih Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, baik dari lingkup instansi maupun mahasiswa. Seperti penghargaan dari rekor MURI dalam penanaman 1.000 pohon tanaman anti nyamuk. Sedangkan penghargaan yang diperoleh mahasiswa antara lain juara lomba karya tulis ilmiah, inovasi teknologi, dan melakukan kerjasama dengan Deputi Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan POM RI untuk menciptakan desa dan pangan di DIJ.

Terkait pengembangan ke depan, pihaknya sudah rencanakan beberapa program. Di antaranya program penempatan mahasiswa, pendidikan profesi berbasis sarjana terapan, pengembangan tenaga daerah terpencil perbatasan dan kepulauan. “Juga pengembangan kerja sama dengan perguruan tinggi asing, serta pengembangan sarana prasararan pendidikan. Semoga seluruh program dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya. (sce/ita/ila/mg1)