PURWOREJO-Romansa Kuliner Purworejo (RKP) yang diperuntukkan bagi eks pedagang kaki lima Alun-alun Purworejo akhirnya tidak seluruhnya ditempati oleh yang berhak. Pemkab terpaksa mengambil sikap karena hingga batas waktu yang ditentukan mereka tidak mendaftarkan diri untuk masuk ke sentra kuliner yang ada di sekitar Alun-Alun itu.

Dari 49 pedagang yang masuk dalam data, hanya 21 orang yang mengambil jatah. Sementara sisanya memilih tidak mendaftar alias kehilangan kesempatan memasuki kawasan itu. “Kami nyatakan kalau pintu bagi eks pedagang kaki lima alun-alun sudah tertutup. Hanya mereka yang sudah mendaftarkan diri yang bisa menempati, sementara yang tidak meenmpati kita anggap tidak berhak lagi menempati yang ada,” kata Plt Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DinKUMKP) Purworejo, Kendrasmoko, Rabu (28/2).

Pengambilan keputusan itu didasarkan pada hasil rapat yang dilakukan pada Senin (25/2) yang melibatkan berbagai unsur dari OPD terkait. Sebelumnya dari batas waktu terakhir pendaftaran yakni (21/2) hingga akhir pekan kemarin, Pemkab memang masih tutup mulut dan mau menjelaskan kelanjutannya pada pekan ini. “Ada 28 shelter yang masih bebas dan belum ditempati, rencananya ini akan kita peruntukkan bagi pedagang kaki lima lain yang juga berada di kawasan alun-alun yakni pedagang pagi,” jelas Kendrasmoko.

Pasca dimulauinya penataan Alun-alun Purworejo, pedagang pagi yang sebelumnya ngetem di depan Masjid Agung Darul Mutaqien dipindahkan ke dalam Taman Bermain Anak (TBA). Proses pemindahan pedagang pagi ini ke TBA sebelumnya berjalan lancar dan tidak menimbulkan friksi seperti halnya PKL malam. “Kita sudah lakukan pendataan terhadap pedagang pagi hari. Tercatat ada 23 orang yang selama ini berjualan. Namun saat dilakukan pendataan langsung baru ada 14 pedagang yang sesuai surat keputusan. Sisanya masih akan kita gali lagi, apakah mereka sudah tidak berjualan atau libur sementara,” imbuhnya. Ditambahkannya, jika proses pendataan telah selesai dilakukan, rencananya akan segera dilakukan veririkasi sehingga proses dimasukkan ke RKP segera berjalan. (udi/mg1)