Dr Francisca Romana Harjiyatni SH, MHum(Ketua Program Magister Ilmu Hukum UJB)

– Program Magister Ilmu Hukum Universitas Janabadra (UJB) Jogjakarta mendorong staf pengajar atau dosennya untuk melanjutkan studi minimal bergelar doktor (S3). Tujuannya meningkatkan kualitas pendidikan di program ini lewat SDM yang dimiliki.

“Ini sekaligus agar ada regenerasi lanjutan di Magister Ilmu Hukum,” ujar Ketua Program Magister Ilmu Hukum UJB Dr Francisca Romana Harjiyatni SH, MHum kepada Radar Kampus.

Selain itu, mahasiswa magister juga dilibatkan dalam penelitian dosen berupa hibah dari Ditjen Dikti. Terdapat pula prestasi yang dibanggakan terkait lomba penulisan karya ilmiah antar-universitas untuk semakin ditingkatkan.

Magister Ilmu Hukum juga sering mengundang praktisi dari luar ke kampus dan memberikan ilmu praktiknya ke mahasiswa secara langsung. Para alumni juga turut diundang sebagai pembicara tamu untuk mengisi kegaiatan kemahasiswaan seperti seminar. “Para alumni tersebar di pemerintahan, BUMN, lembaga peradilan, kejaksaan, kepolisian, perusahaan swasta dan pengacara,” kata Sisca, panggilan akrabnya.

Program Magister Ilmu Hukum UJB resmi dibuka pada 11 September 2008. Kampus Fakultas Hukum dan Program Magister Ilmu Hukum UJB lokasinya paling beda dengan fakultas dan program magister lainnya di UJB, yakni di Jalan Timoho II No 40 Jogjakarta.

Ada tiga konsentrasi pilihan yang ditawarkan di progam ini, yakni Hukum Bisnis, Sistem Peradilan Pidana, dan Hukum Kenegaraan dan Pemerintahan. Kurikulum meliputi 40 SKS selama dua tahun dan maksimal ditempuh empat tahun.

“Dua tahun masa studi sebanyak empat semester meliputi teori dasar ilmu hukum, mata kuliah wajib dengan pilihan sesuai konsentrasi yang diambil. Setelah itu ada seminar proposal penelitian, seminar hasil penelitian, tesis, dan hasil penelitian mahasiswa diterbitkan dalam jurnal-jurnal ilmiah di antaranya dalam jurnal ilmiah Kajian Hasil Penelitian Hukum yang diterbitkan Program Magister Ilmu Hukum Universitas Janabadra” tambah Sisca yang baru menjabat di awal Februari 2017 itu.

Waktu perkuliahan pada hari Kamis, Jumat dan Sabtu, umumnya pagi sampai sore. Biasanya waktu mengajar dilakukan pada siang sampai malam, karena banyak mahasiswa Magister Ilmu Hukum yang sudah bekerja. “Namun mahasiswa yang fresh graduate juga tidak kalah jumlahnya, hampir sama,” katanya.

Ada beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa S1 UJB yang merupakan lulusan terbaik setiap periode wisuda. Untuk lulusan S1 terbaik yang mendapatkan beasiswa untuk studi lanjut pada program magister dibebaskan dari biaya perkuliahan di kampus kebangsaan ini.

Ditanya tren mahasiswa dan animonya setiap semester, Sisca menyebut cukup meningkat. Satu angkatan sendiri jumlahnya sekitar 40 orang. “Semester ganjil lebih banyak mahasiswanya, dan tetap didominasi yang berasal dari Provinsi DIY dan Jateng,” ungkapnya.

“Terkait harapan, saat ini akreditasi Program Magister masih B, diharapkan pada ada peningkatan akreditasi dari yang awalnya B bisa menjadi A,” katanya.

Selain itu, juga dilakukan perlu ditingkatkan kerja sama internasional dengan beberapa negara seperti Malaysia dan India. “Misalnya dengan melakukan joint research, student exchange, lecture exchange, dan visiting profesor,” tandas Sisca. (*/a4/laz/mg1)