MAGELANG-Pasokan barang kebutuhan pokok, khususnya beras di Kota Magelang masih mencukupi. Namun, di pasaran ditemukan harga beras lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET).

Dari pemantauan yang dilakukan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Magelang harga jual beras tertinggi sudah mencapai Rp 13 ribu per kilogram. Padahal sesuai HET, harga beras medium Rp 9.400 dan beras premium Rp 12.800. “Tapi di pasar sudah mencapai Rp 13 ribu,” kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop Kota Magelang Sri Rezeki Tentami Rabu (28/2).

Disperindagkop kemudian mendatangi pasar, dan melihat secara langsung harga yang beredar. Mereka memantau Pasar Gotong Royong dan Pasar Rejowinangun.

Selain pasar, mereka juga mendatangi satu toko modern. Sasarannya yakni segala jenis produk makanan dan biskuit. Kunjungan ini untuk mengantisipasi peredaran produk makanan impor maupun lokal yang berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi.

Pihak dinas, sejauh ini juga telah melakukan sejumlah langkah untuk mengatasi kondisi tersebut. Salah satunya dengan operasi pasar. Dalam operasi pasar ini, dinas menjual beras sekelas IR 64 seharga Rp 8.500.

Selain memeriksa produk-produk yang ada, Tentami juga mengimbau pemilik toko untuk selalu waspada ketika mendapatkan barang sebelum dijual ke masyarakat. Pihaknya meminta agar pemilik toko hanya menerima produk yang sudah berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI) saja.

Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian RI No 96/M-IND/PER/11/2015 tentang biskuit ber-SNI. “Ke depan bisa saja kami bertindak dengan meminta produsen menarik produknya dari peredaran,” jelasnya. (ady/din/mg1)