JOGJA – Para pemilik SIM card prabayar yang masih mengalami kegagalan registrasi tak perlu terlalu khawatir. Meski batas waktunya telah berakhir Rabu (28/2), proses registrasi kartu seluler prabayar tetap bisa dilayani. Hanya nomor SIM card yang bersangkutan tetap dikenai sanksi pemblokiran. Nomor tersebut tidakbisa menerima panggilan dan SMS sebelum proses registrasi berhasil.

Menyikapi persoalan tersebut, Ketua Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) Saktyarini Hastuti meminta pemerintah melakukan perpanjangan waktu registrasi ulang. “Karena kegagalan proses registrasi lebih banyak disebabkan oleh sistem jaringan yang eror atau data kependudukan yang tidak sinkron,” sesalnya. Kegagalan tersebut, menurut Hastuti, sudah terjadi sejak awal proses registrasi Oktober 2017 lalu.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika mewajibkan pemilik SIM card prabayar melakukan registrasi ulang per 31 Oktober 2017-28 Februari 2018, dengan menyantumkan nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga (KK). Kebijakan ini tertuang dalamPeraturan Kementerian Kominfo Kominfo Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

Sanksi bagi pemilik SIM card yang tak mengindahkan ketentuan tersebut berupa pemblokiran secara bertahap. Mulai tidak bisa menerima penggilan masuk dan SMS pada 1-30 Maret 2018. Kemudian pada 31 Maret-14 April nomor yang belum registrasi ulang juga tidak bisa melakukan panggilan keluar. Jika sampai batas waktu ini tetap tak dilakukan registrasi ulang, maka nomor tersebut tidak bisa digunakan untuk semua aktivitas. Termasuk layanan data internet.

Sementara itu, selain kantor dinas kependudukan dan pencatatan sipil (disdukcapil), gerai-gerai provider menjadi jujukan para pemilik nomor seluler yang gagal registrasi. Gerai Telkomsel, salah satunya.

Manager Cabang Telkomsel Jogja Kusworo Aji mengungkapkan, jumlah pelanggan yang membanjiri kantornya untuk melakukan registrasi ulang bisa mencapai 500 orang. “Tidak semua yang datang karena gagal melakukan registrasi. Ada juga yang merasa mantap jika registrasi di gerai. Atau sekadar memastikan jika telah terdaftar,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, banyak pemilik SIM card prabayar gagal melakukan registrasi ulang karena ada ketidaksinkronan NIK dengan KK. Bagi mereka yang mengalami masalah tersebut diminta mengurusnya di kantor disdukcapil setempat. (pra/yog/mg1)