POLWAN kembar indentik itu bernama Deta Lestari, 23, dan Deti Lestari, 23. Keduanya anak ketiga dan empat dari empat bersaudara pasangan Sumiyati dan (alm) Karyono, warga Beji RT 02 RW 02, Kecamatan Wates, Kulonprogo.

Mereka lahir 12 Desember 1995 dan hanya berselang 10 menit. Deta lahir lebih dulu. Laiknya pasangan kembar identik pada umumnya, mereka mendapat perlakuan yang sama oleh kedua orang tuanya sejak kecil. Mulai urusan memilih baju, makanan, dan kebutuhan sehari-hari.

“Selera kami juga sama kok, bahkan sakit pun kami kadang sama. Misal Deti sakit, saya biasanya juga ikut diajak ke dokter oleh bapak dan ibu. Iya, dia yang sakit saya juga ikut diperiksa juga. Kami memiliki ikatan batin yang kuat,” ucap Deta saat ditemui di Mapolres Kulonprogo, Rabu (28/2).

Deta menjelaskan, mereka sebetulnya tumbuh dalam keluarga yang konsern dalam bidang kesehatan. Kedua orang tuanya juga bekerja di kesehatan. Dua kakak kandung Deti dan Deta juga berprofesi sebagai bidan dan perawat.

“Sebelum menjadi Polwan, saya juga sempat menjajal kuliah di jurusan keperawatan. Kalau Deti langsung daftar begitu lulus SMA, alasannya dia takut darah kalau jadi perawat. Kalau saya sempat kuliah sekitar dua bulan di jurusan keperawatan. Saya kemudian ikutan daftar Polwan dan akhirnya sama-sama diterima,” jelas Deta.

Deti mengamini, sejak awal dirinya memang tidak ingin meneruskan kuliah. Inginnya lulus SLTA bisa langsung kerja atau ikatan dinas. “Kami daftar polisi awal tahun 2014, dan lulusnya bareng. Kebetulan tugasnya sekarang juga sama di Polres Kulonprogo. Bedanya Deta di Sat Res Narkoba Polres Kulonprogo, kalau saya di Unit Reskirim Polsek Panjatan,” ucapnya.

Disinggung suka dukanya menjadi Polwan kembar, Deti mengaku banyak kejadian unik yang terjadi saat menjalankan tugas kedinasan. Paling sering yakni teman atau atasan salah sebut atau memanggil nama.

“Kalau rekan kerja biasanya membedakan dengan melihat ekspresi kami. Kalau dipanggil nengok berarti benar. Kalau dipanggil-panggil kok diam saja, tidak balik menyapa, berarti salah atau ketukar,” ungkapnya.

Namun keduanya diuntungkan dengan bisa bertukar peran saat kondisi tertentu. “Sukanya bisa berganti peran. Pernah satu kali saya dapat tugas pengamanan acara pengundian hadiah salah satu bank yang menghadirkan artis Ayu Ting Ting, saat itu saya tidak bisa dan saya minta tolong Deta. Dan itu tidak ada yang tahu,” ujar Deti tertawa.

Hanya saja, lanjut Deti, untuk tugas-tugas pokok kedinasan yang penting, jika terpaksa bertukar peran biasanya jujur menyebut nama untuk menggantikan. Terkait itu, tage nama yang disematkan di baju menjadi kelengkapan dinas paling penting bagi keduanya. Karena untuk membedaan keduanya memang sangat sulit, dan nama yang biasa disematkan di dada itu paling mudah untuk membedakan.

“Kalau saya sering jujur, saya biasanya bilang saya Deti lho Pak, kebetulan diminta menggantikan Deta. Nah gak enaknya, kalau suruh menggantikan kondangan pernikahan, benar tak ada satu pun yang tahu dan bisa membedakan, tapi sumbangannya saya yang nanggung, gak enak itu,” seloroh Deti disambut gelak tawa Deta.

Lantas, apa yang bisa membedakan keduanya, Deta membuka rahasia, Deti sebetulnya pernah jatuh dari sepeda dan mengalami patah tulang di tangan sebelah kanan. Sementara Deta kebalikannya, ia juga pernah mengalami patah tangan sebelah kiri akibat jatuh dari pohon jambu.”Sakit pun kadang seperti janjian memang, biasanya selang satu minggu yang satu ikutan,” jelasnya.

Pertanyaan menarik yang menyusul berikutnya yakni belum lama ini Deti Lestari melepas masa lanjangnya. Banyak yang kemudian mengaitkan, jika sakit biasanya jeda satu minggu, berarti urusan pasangan hidup (menikah) juga sama, hanya berselang satu minggu.

Menjawab pertanyaan itu, Deta dan Deti kali ini menjawab kompak, untuk pasangan hidup beda, ditegaskan lagi mungkin di situ bedanya. Kalau selang seminggu Deta menyusul menikah juga tidak mungkin, karena di tradisi Jawa tidak boleh, minimal jedanya harus setahun.

Bagaimana dengan suami Deti? “Tenang saja, aman pokoknya, saya juga masih proses usung-usung untuk pindah rumah sendiri. Saya tahu kekhawatiran Anda, takut kalau ketuker gitu kan, tidak lah,” ucapnya sambil tertawa lepas. (laz/mg1)