JOGJA – Belum banyak yang paham benar dengan jurusan yang satu ini, Perencanaan Wilayah Kota (PWK). Mahasiswa yang masuk ke jurusan ini akan belajar tentang bagaimana merencanakan penataan ruang di suatu wilayah atau kawasan dengan level perencanaan subtansi ekonomi, sosial, dan lain-lain.

“Kalau arsitek mendesain bentuk fisik bangunannya, sedangkan lulusan PWK akan melakukan perencanaan dengan menata ruang yang akan dibangun. Misal dilihat dari potensi ekonominya, titik jarak menuju lokasi, luasannya, dan lain-lain. Bisa dibilang PWK menjadi jembatan untuk membuat rencana penataan dengan rencana pembangunan fisik,” jelas Ketua Jurusan PWK Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNas) Jogjakarta Solikhah Retno Hidayati saat ditemui di kampus Babarsari, Rabu (28/2).

Dikatakan, level perancanaannya tak hanya membahas pada penataan lingkungan sempit saja, namun juga di level pendidikan, perumahan, hingga level penataan nasional. Menurut Retno, lulusan PWK akan menduduki posisi penting dalam sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pembangunan infrastruktur, karena menempati urutan paling pertama sebelum dilakukan pembangunan fisiknya.

“Urutannya direncanakan dulu, baru dibangun fisiknya, memodifikasi, menempatkan fasilitas, mengatasi masalah tata ruang yang sudah dibangun, dan akan diubah,” tambahnya.

Melihat potensi itu, 100 persen lulusan PWK STTNas pun langsung terserap di setiap kabupaten di Indonesia. Beberapa menjadi konsultan perencanaan, perusahaan yang bergerak di bidang agraria, dan sebagainya.

Sejak dibuka tahun 2002 hingga sekarang, peminat jurusan PWK ini semakin meningkat. STTNas menerima sekitar 150 mahasiswa di jurusan ini setiap tahunnya. Mahasiswa yang belajar di semester dua pun sudah dibekali mata kuliah peminatan, seperti manajemen kebencanaan, infrastruktur, perencanaan kota tematik yang berfokus pada isu-isu pembangunan kota, geospasial, pembangunan keberlanjutan, dan lain-lain.

Dibanding kampus lain yang mempunyai jurusan yang sama, STTNas juga mempunyai ciri khas tersendiri yaitu memberikan materi kuliah terkait perencanaan wilayah pesisir dan pulau. Jurusan PWK sendiri kini sudah terakreditasi B.

“Karena kami melihat mahasiswa banyak yang dari luar Jawa dan tinggal di daerah pesisir, kami memberikan materi kuliah yang terkait. Nantinya, mereka akan mudah melakukan penataan dan melihat bagaimana potensi-potensi di daerah tersebut,” tandas Retno. (ita/laz/mg1)