GUNUNGKIDUL – Sejumlah wilayah di Gunungkidul masih berpredikat desa rawan pangan. Namun lokasi rawan pangan menurun dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Gunungkidul Fajar Ridwan mengatakan tahun lalu terdapat tujuh desa rawan pangan. Sedangkan tahun ini hanya tinggal tiga desa masuk kategori rawan pangan.

“Ketiga desa itu, Watugajah dan Tegalrejo di Kecamatan Gedangsari serta Girikarto di Kecamatan Panggang. Satu desa lainnya berstatus waspada yaitu Desa Sumberejo di Kecamatan Semin,” kata Fajar Rabu (28/2).

Pihaknya berupaya maksimal menekan jumlah desa rawan pangan. Tidak hanya menjadi tanggung jawab dinasnya, namun juga membutuhkan kerja sama lintas organiasai perangkat daerah (OPD).

“Jadi, penentuan daerah masuk dalam kategori rawan pangan menggunakan analisis sistem kewaspadaan pangan dan gizi,” ujar Fajar.

Ada tiga indicator desa rawan pangan, ketersediaan pangan, pemanfaatan, dan kesehatan. Khusus di Kecamatan Gedangsari, persentase kepala keluarga (KK) miskin masih tinggi.

“Sedangkan di Kecamatan Panggang (masuk desa rawan pangan) karena faktor konsumsi dan kesehatan,” kata Fajar.

Ketua DPRD Gunungkidul Suharno mengapresiasi penurunan angka desa rawan pangan. Akan tetapi jangan sampai kabar baik tersebut hanya di atas kertas sehingga bisa memicu persoalan di kemudian hari.

“Kami terus mendorong pemerintah fokus menangani kemiskinan,” kata Suharno. (gun/iwa/mg1)