SLEMAN – Hasil minor kembali didapat PSS Sleman saat menjamu Bhayangkara FC di Maguwoharjo International Stadium, Rabu (28/2). Super Elang Jawa- julukan PSS Sleman takluk dari The Great Aligator-julukan Bhayangkara FC dua gol tanpa balas. Dua gol itu dicetak Herman Dzumafo dan Dendi Sulistyawan di menit 83 dan 88.

PSS Sleman sebenarnya mampu mendominasi permainan terutama di babak pertama. Nama tenar di kubu lawan seperti Marianus Wanewar, David Da Silva, Paulo Sergio, dan M Hargiyanto kesulitan mengembangkan kerja sama karena tekanan lini belakang dan lapangan tengah PSS. Meskipun demikian, di sisi lain tuan rumah juga tumpul dalam serangan.

Pelatih PSS Sleman Herry Kiswanto menurunkan rekrutan baru Ichsan Pratama sejak menit pertama. Dia berduet dengan Dave Mustaine di lini tengah. Lalu Irham Zahrul dan Rangga Muslim di sisi sayap. Namun beberapa peluang yang ada belum mampu dikonversi menjadi gol. Termasuk peluang tendangan Rangga Muslim yang mampu ditepis kiper Bhayangkara.

Frustrasi tak mampu mencetak gol membuat fokus pemain buyar. Terutama setelah tim tamu memasukkan Vendry Mofu, Herman Dzumafo, Dendy Sulistyawan di babak kedua. Lini belakang tuan rumah mulai overlap dan kerepotan menjaga Dzumafo. Sehingga eks penggawa PSPS Pekanbaru itu mampu mencetak satu gol dan satu assist. Kelemahan bola krosing masih terulang. Padahal keseluruhan main cukup baik. Hanya sedikit kelengahan. “Harusnya di belakang bisa savety. Lawan pemain asing harus man-to-man. Karena langkahnya sudah beda mereka lebih panjang. Tidak boleh ada risiko,” ungkap pelatih PSS Herry Kiswanto setelah pertandingan.

Selain lini depan yang tumpul, memperkuat lini belakang juga masih menjadi pekerjaan rumah pelatih. Dia menyoroti ketika sepak pojok pemain masih statis. Padahal sudah kerap diinstruksikan untuk aktif bergerak. Kesalahan yang menurutnya sama terjadi dengan ketika ditumbangkan Persebaya Surabaya pekan lalu. “Nanti akan kami evaluasi dengan lihat videonya. Termasuk kesalahan di daerah permainan sendiri perlu diminimalisasi. Juga pelanggaran yang tidak perlu,” imbuhnya.

Ya pergerakan Dzumafo memang gagal diantisipasi barisan belakang PSS. Kendati sudah dikawal dua pemain namun masih tetap lincah bergerak. Memasuki sepuluh menit akhir, pemain mulai tidak lagi disiplin seperti ketika babak pertama. Terlebih tensi mulai meningkat.

Wasit Sukriwiyanto bahkan harus mengeluarkan tiga kartu merah masing-masing untuk Ahmad Hisyam Tolle dari kubu PSS dan Paulo Sergio yang terlibat keributan. Serta TM. Ichsan yang menjegal Taufan Hidayat. Setelah ini, PSS masih mempunyai agenda menghadapi tim Liga 1 lainnya yakni PSMS Medan di akhir pekan ini (4/3). (riz/din/mg1)