(GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA)

JOGJA – Hari ini (28/2) merupakan batas masa registrasi nomor kartu telepon selular (SIM card) pra bayar agar tetap aktif. Sebagaimana ketentuan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Setiap pemilik SIM card wajib melakukan registrasi ulang dengan mendaftarkan nomor induk kependudukan (NIK) dan kartu keluarga (KK).

Proses registrasi ulang ternyata tak semudah iklan layanan Kemenkominfo. Tak sedikit yang mengalami kesulitan registrasi. Bahkan, sebagian di antaranya gagal registrasi. Gara-garanya, saat entry data terjadi ketidaksinkronan antara NIK dan data KK. Mereka pun berbondong-bondong menggeruduk kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat untuk melakukan sinkronisasi Selasa (27/2). Seperti dialami Reike, warga Kota Jogja. “Saya sudah coba berkali-kali tetap gagal. Sempat pula mendatangi gerai provider, masih gagal juga,” ungkap Reike yang berupa meregistrasi ulang kartu selular milik ayahnya.

Oleh pihak provider Reike disarankan mendatangi kantor disdukcapil untuk menanyakan database kependudukan keluarganya. Reike menyesalkan tidak adanya petunjuk lebih lanjut dari pemerintah bagi masyarakat yang gagal melakukan registrasi ulang SIM card. “Setidaknya pemerintah memberi contoh jika gagal registrasi lalu harus ngapain,” ketusnya saat mengantre di kantor Disdukcapil Kota Jogja.

Hal yang sama dialami Sudiarjo, asal Wonosari. Sebelum ke kantor Disdukcapil Gunungkidul kemarin, Sudiarjo lebih dulu mendatangi gerai layanan seluler untuk mendaftarkan nomor ponsel miliknya. Akan tetapi selalu gagal. “Gagal dengan keterangan tidak dapat melakukan registrasi,” ungkapnya. Sebagaimana Reike, Sudiarjo pun disarankan mengurus NIK yang diduga menjadi masalah kegagalan registrasi kartu SIM card-nya.

Setelah melakukan berbaikan data NIK dan KK di Disdukcapil Gunungkidul, registrasi kartu pra bayar miliknya bisa diregistrasi. “Tapi tetap saja tahapannya rumit. Saya harus bolak-bali dari gerai ke kantor disdukcapil,” keluhnya.

Beda lagi yang dialami Sulistyo. Warga Patuk, Gunungkidul ini sering mendapat pesan singkat dari provider berisi ajakan registrasi ulang. Padahal sudah sejak lama dia melakukan registrasi ulang.. “Saat registrasi tak ada kendala dan ada keterangan sukses. Tiap kali saya cek ulang juga sudah berhasil, tapi kok masih sering ada SMS itu,” katanya.

Kepala Disdukcapil Gunungkidul Eko Subiantoro mengatakan, kegagalan dalam registrasi kartu seluler bisa disebabkan oleh KK kedaluwarsa. Sehingga nomor NIK yang tercantum pada KK tidak dapat dikenali oleh sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK). Bisa juga akibat seseorang belum melakukan perekaman geometric (e-KTP). Mengenai batas akhir registrasi kartu prabayar informasinya besok (hari ini).

“KK memang harus diperbarui. KK keluaran 2014 tidak dapat terdeteksi oleh server, mungkin ini penyebab kegagalan registrasi,” tuturnya.

Sementara itu, Kasi Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Dindukcapil Kota Jogja Joko Setiyadi mengatakan, jelang batas akhir registrasi ulang kartu selular jumlah warga yang mengurus perbaikan KK semakin banyak. Disdukcapil Kota Jogja menyiapkan empat petugas khusus melayani proses sinkronisasi NIK dan KK. Setiap petugas bisa melayani hingga 50 orang per hari. Ini terjadi sejak tiga hari terakhir. “Biasanya hanya ada sekitar 20 warga yang datang tiap harinya,” kata Joko.

Kegagalan registrasi ulang kartu selular di Kota Jogja lebih banyak akibat pemilik SIM card tidak mendaftarkan nomor KK yang sama dengan ketika pertama kali registrasi di provider. “NIK tidak akan pernah berubah, tetapi nomor KK bisa berubah jika ada perubahan. Seperti pecah KK atau melakukan mutasi kependudukan ke daerah lain,” jelasnya.

Disdukcapil Kota Jogja menawarkan sejumlah solusi bagi warga yang gagal registrasi ulang SIM card. Misalnya, tetap menggunakan nomor KK lama yang pernah didaftarkan di provider. Atau melakukan konsolidasi data secara manual antara nomor KK baru dengan NIK.

Sementara itu, di sela kunjungan kerja di Jogjakarta Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tak menampik masih banyaknya warga Indonesia yang gagal registrasi ulang kartu selular karena terkendala data kependudukan. Ironisnya, Tjahjo mengakui bahwa Kemendagri belum membahas masalah tersebut bersama Kemenkominfo. “Soal perpanjangan masa registrasi ulang nomor kartu pra bayar juga belum ada pembicaraan (dengan Kemenkominfo, Red),” ungkap Tjahjo di The Rich Hotel kemarin.

Sekretaris Ditjen Dukcapil Kemendagri I Gede Suratha menambahkan, masyarakat yang masih gagal registrasi karena terkendala data kependudukan bisa menghubungi call center 1500537 Ditjen Dukcapil.Gede membenarkan bahwa kegagalan registrasi ulang kartu selular karena belum sinkronnya NIK pada kartu tanda penduduk (KTP) dengan KK. “Itu akibat entry data yang tidak tertib,” tudingnya. Gede menyontohkan, warga yang pindah rumah namun belum melakukan perekaman ulang data di disdukcapil. Penyebab lainnya, warga yang sudah berganti status pernikahan, namun belum melakukan perubahannya status tersebut.(pra/gun/sky/yog/mg1)