SLEMAN – Polres Gunungkidul berhasil membongkar sindikat pencurian truk. Para pelaku memanfaatkan kelengahan pemilik truk. Yakni menyasar truk-truk yang terparkir di tempat sepi. Selanjutnya, truk-truk ini dijual ke luar DIJ.

Direskrimum Polda DIJ Kombespol Hadi Utomo mengungkapkan, penangkapan berawal 16 Februari. Penangkapan dilakukan oleh Tim Gabungan Unit Jatanras Polda DIJ dan Unit Buser Reskrim Gunungkidul. “Tim gabungan mendapatkan informasi kalau salah satu pelaku pencurian berada di Seelawi Garut Jawa Barat. Langsung bergerak cepat dibantu tim dari Polsek Limbangan Garut. Ditemukan otak sindikat Tatang alias Beni di sana,” jelasnya, Jumat (23/2).

Malam harinya tim gabungan langsung menggrebek lokasi persembunyian. Polisi menemukan kunci leter T yang digunakan untuk membobol kunci. Dari Beni didapatkan nama-nama pelaku lainnya, yakni Yanto, Andir, dan Doto alias Asworo. “Ketiganya ini memiliki peran yang berbeda. Yanto mengendarai truk, Andri anak dari Yanto mencari sasaran dan Doto mendorong truk,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Rudy Prabowo menuturkan pencurian berdasarkan pesanan. Truk yang dicuri milik Asep Triyono, 24, asal Ngawen Gunungkidul. Tetapi, ketiga pelaku Yanto, Andri, dan Doto berasal dari Kediri Jawa Timur.

Sosok Andri, berperan memilih lokasi pencurian. Aksi berjalan mulus karena Andri mengenal wilayah Gunungkidul. Sebelum truk dicuri, terlebih dahulu didorong beberapa meter dari lokasi parki. Tujuannya agar suara truk tidak terdengar oleh pemiliknya. “Andri ini sangat paham kondisi di Gunungkidul. Cari truk yang ada di luar rumah atau pagar dan lokasinya sepi. Kunci dirusak dulu lalu didorong. Setelah beberapa meter baru dinyalakan dan kabur,” ujarnya.

Dalam aksinya kali ini Tatang juga berperan sebagai supir Mitsubishi Xenia. Kendaraan ini digunakan untuk mengantar pelaku ke lokasi pencurian. Untuk truk sempat dijual di wilayah Kudus Jawa Tengah. Di sana ada penadah yang mempertemukan dengan pembeli.

Tim kembali bekerjasama dengan jajaran Polres Kudus. Guna melacak kendaraan dan pembeli truk curian tersebut. Dalam proses penyelidikan tertangkap empat pelaku, Sutris, Arifim, Setiyo Hadi dan H. Rizqi. Dari keterangan Sutris terlacak satu nama Supar asal Pati Jawa Tengah sebagai pembeli truk.

“Pembeli atas nama Supar, 37, ini statusnya PNS,” jelasnya. Masih ada dua nama yang masuk daftar pencarian orang (DPO) yaitu bapak anak Yanto dan Andri. Pelaku kenai Pasal 363 KUHP dengan pidana 7 tahun. Sementara penadah dikenakan pasal 480 KUHP dengan empat tahun penjara. (dwi/din/mg1)