JOGJA – Kelurahan di Kota Jogja yang masuk kategori rawan miskin menjadi sasaran pembentukan Kampung Pangan Lestari. Tahun ini ditetapkan 14 kampung di Jogja yang menjadi sasaran dengan menanam berbagai kebutuhan pokok sebagai bagian ketahanan pangan.

“Tujuannya agar masyarakat di wilayah tersebut dapat memenuhi kebutuhan pangan dari produksi mereka sendiri,” kata Kepala Seksi Konsumsi Kewaspadaan Pangan dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja Sri Panggarti Rabu (21/2).

Meski kampung sasaran merupakan kawasan rentan miskin, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja tetap mempertimbangkan berbagai aspek agar program tersebut dapat berjalan dengan baik, di antaranya keberadaan kelompok tani.

Tujuan dari program Kawasan Rumah Pangan Lestari adalah menyediakan berbagai unsur gizi untuk keluarga mulai dari karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral

“Kami pilih budidaya sayuran karena tidak membutuhkan lahan yang luas untuk pemenuhan vitamin dan mineral, sedangkan untuk pemenuhan protein dilakukan dengan budidaya perikanan,” katanya.

Setelah kebutuhan pangan di rumah tangga terpenuhi, diharapkan diikuti produksi dari tiap kelompok pangan tersebut untuk dipasarkan ke beberapa toko sehingga menambah pendapatan keluarga.

Panggarti menyebut program kampung pangan lestari adalah pengembangan dari program pemerintah pusat yaitu Kawasan Rumah Pangan Lestari yang pernah dilaksanakan sejak 2013.

Tahun lalu, lanjut dia, Pemkot Jogja menjalankan program Kawasan Rumah Pangan Lestari secara mandiri. Salah satunya dengan melakukan bimbingan teknis kepada kelompok tani untuk budidaya sumber pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja Sugeng Darmanto menyebut sudah ada produksi dari Kampung Sayur di Kota Jogja yang dipasarkan ke toko modern atau dibeli langsung oleh konsumen terutama pedagang bakso. “Produk yang sudah dipasarkan adalah sawi karena tanaman tersebut mudah tumbuh dan harganya cukup stabil,” katanya.(pra/ila/mg1)