SLEMAN – Tiga minggu berlalu, Refina Nadya Yuana, 5, belum kembali ke tangan orang tuanya, Mei Suorapti, 35 dan Wandi, 38. Terhitung sejak 2 Februari, Refina dibawa lari oleh Suyono, 40. Sosok ini merupakan kenalan dari orang tuanya.

Mei menceritakan awal mula kehilangan anaknya. Saat itu dia akan menjemput putra pertamanya Arifin Putra. Di tengah perjalanan, dia bertemu dengan Suyono dan mengajak Refina pergi bersamanya.

“Waktu itu bilangnya mau dibelikan mainan. Saya izinkan karena saya sudah kenal dan anak saya (Refina) juga akrab dengan dia. Tapi sampai malam hari tidak kembali, bahkan nomornya tidak bisa dihubungi,” jelasnya ditemui di kediamannya, Guyangan, Nogotirto Gamping, Selasa malam (20/2).

Menjelang Jumat siang (2/2) tepatnya pukul 14.30, nomor gawai pelaku tidak bisa dihubungi. Selama seharian itu pula Mei tidak memberitahu sang suami. Barulah pukul 23.00 dia memberitahukan sang buah hati dibawa oleh Suyono.

Keduanya lalu melapor ke Polsek Tegalrejo pada Senin (5/2). Dalam pelacakan sementara melalui gawai, posisi pelaku terdeteksi di Kendal, Jawa Tengah.

Mei mengaku pernah memiliki hubungan khusus dengan pelaku. “Memang sempat punya hubungan dengan Suyono, tapi akhirnya saya memilih untuk tetap dengan suami saya. Suyono inginnya saya cerai dengan suami dan nikah dengan dia,” ujarnya.

Mei menuturkan, aksi penculikan ini diduga jalan terakhir untuk menikahinya. Suyono telah nembung tresno pada 2015 lalu. Sejak itu pula komunikasi keduanya semakin intens. Saking dekatnya, Suyono sampai mengetahui jadwal pulang sekolah Refina. Bahkan jika Mei tidak membalas pesan singkat, Suyono marah dan mengancam. Pernah suatu waktu pria ini berjalan mondar-mandir di rumah Mei.

“Lama-lama bosan menunggu lalu finalnya bawa lari anak saya. Pertama kali bertemu 2012 saat masih berjualan rujak di dekat batas kota Jalan Magelang,” katanya.

Ayah korban, Wandi, terlihat tidak bisa menahan emosi. Dia mengkhawatirkan keadaan anaknya. Terlebih hampir tiga minggu tidak ada kabar tentang Refina. Dia sempat mendatangi rumah pelaku di Jogonegaran, Sosromendruan hingga lokasi nongkrong pelaku.

“Keluarga katanya tidak tahu, teman-teman pelaku di kawasan parkir mall di kawasan Malioboro juga bilang tidak tahu. Saya khawatir,” ujarnya.

Selama beberapa hari pascakehilangan, Wandi dan Mei terus berusaha mencari ke berbagai wilayah. Awalnya dirinya sempat memiliki harapan karena pelaku dan anaknya terlihat di Alun-Alun Wates. Ada pula pesan singkat melalui Facebook yang masuk pada Selasa sore (20/2).

“Facebook ini sepertinya masih baru, tidak ada fotonya dan tidak ada pertemanan. Isinya meragukan kalau Refina itu anak biologis saya. Hasil percakapan ini sudah saya kirim ke polisi,” katanya.

Kanit Reskrim Polsek Tegalrejo AKP Suwanto mengaku pihaknya tengah menyidik kasus yang tergolong unik, karena status antara pelaku dan orang tua korban. Hingga saat ini pelaku tidak meminta tebusan ke orang tua korban. Berdasarkan penyidikan sementara ada dugaan permasalahan antara pelaku dan orang tua korban. (dwi/ila/mg1)