KULONPROGO – Waras Sumarsono, 40, Warga Pedukuhan Sayangan, Banjaraum, Kalibawang, Kulonprogo ditemukan tewas tergeletak di atas bangunan ruang generator menara telekomunikasi, Jumat (2/2). Polisi memastikan, korban melakukan aksi bunuh diri.

Panit Reskrim Polsek Kalibawang Iptu Hadi Purwanto mengatakan, dugaan bunuh diri dilakukan dengan cara melompat dari menara berketinggian sekitar 20 meter. Hal ini dikuatkan dengan keterangan saksi, Tujinah, 50, seorang guru TK di samping menara tower itu.

“Saksi melihat ada orang yang memanjat tower tersebut, lalu terjun. Semula orang itu dikira petugas menara,” kata Tujinah. Korban meninggal akibat benturan dengan balok cor semen atap ruang penyimpanan generator menara. Luka parah terdapat pada bagian kanan kepalanya, selain korban juga mengalami patah kaki.

“Motif tindakan pelaku hingga kini masih belum diketahui, namun beredar kabar yang bersangkutan terlilit masalah keuangan. Kami masih dalami kasus ini, termasuk meminta keterangan keluarga. Namun, hasil pemeriksaan sementara kejadian ini murni bunuh diri,” tegasnya.

Budi Santoso, 49, warga di sekitar lokasi kejadin mengatakan, saat itu ia tengah mengambil air minum di dapur, dan sempat terperanjat mendengar suara seperti ledakan keras dari luar rumah. Saat mencari sumber suara, beberapa guru TK di sebelah menara sudah berkumpul di halaman karena curiga dengan suara yang sama.

“Para guru menunjuk ada tubuh di atas bangunan itu. Ada suara keras seperti travo meledak. Saya lalu naik ke pohon sawo di dekatnya, saya lihat ada tubuh orang tergeletak di atas bangunan itu,” katanya. (tom/laz/mg1)