Serentak pada 40 Keberangkatan Kereta di 13 Stasiun

Halaman pintu selatan Stasiun Tugu Jogjakarta Selasa (30/1) tampak ramai. Banyak pengunjung mendekat dan mengerubungi stan kopi yang didirikan. Adalah kegiatan bertajuk “Ngopi Bareng KAI” yang digelar PT Kereta Api Indonesia (KAI) bekerjasama dengan komunitas kopi, membagikan 50 ribu cup kopi gratis serentak di 13 stasiun pada 11 kota di Indonesia.

VITA WAHYU HARYANTI, Jogja
Kegiatan ini sebagai bentuk kepeduliaan PT KAI terhadap eksistensi kopi Nusantara berikut petani dan pelaku yang bergerak di dalamnya. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat mengenal varietas kopi dari berbagai daerah di Indonesia.

“Di Jogjakarta sendiri dalam sehari dapat mencapai 100 ribu penumpang, juga di beberapa stasiun besar lainnya. Ini menjadi momen yang tepat untuk mempromosikan kopi-kopi asli Indonesia ini,” ujar Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro dalam pembukaan kegiatan ini.

Bertema “Enjoy Your Journey with Indonesian Coffee” pembagian kopi tidak hanya di area stasiun, namun juga kepada penumpang yang berada di dalam kereta. Dalam satu rangkaian kereta dibagikan 100 cup kopi gratis untuk penumpang.

Kegiatan ini berlangsung dua hari hingga Rabu (31/1). “Acara ini serentak pada 40 keberangkatan kereta di 13 stasiun, antara lain, Jakarta, Bandung, Purwokerto, Jogjakarta, Solo, Semarang, Tegal, Surabaya, Malang, dan Jember,” jelas Mukti Jauhari selaku Corporate Deputy Director of Passenger Transport Marketing and Sales PT KAI.

Setidaknya ada 36 tenan kedai kopi dengan puluhan barista yang berpartisipasi dalam kegiatan sore itu. Tak hanya melibatkan barista, penggiat kopi seperti petani, roaster, supplier, juga diajak ikut mengenalkan jenis-jenis kopi dan kekhasannya kepada penumpang di stasiun.
Koordinator Komunitas Kopi Nusantara Wisnu Birowo mengatakan, kegiatan ini sekaligus membuka kesempatan para penggiat kopi untuk mengenalkan produknya. Ada peluang selling, setiap tenan pasti mempunyai produk unggulan masing-masing.

“Selain dapat berinteraksi langsung dengan barista dan menanyakan soal kopi, mereka juga dapat membeli langsung produknya. Produk yang dijual di sini seperti green bean, roast bean, kopi bubuk, cold brew, dan lain-lain,” paparnya.

Salah seorang penumpang kereta api Prameks asal Prancis Glyude mengaku senang dapat mencicipi kopi asli Indonesia. “Saya bukan pecinta kopi, tapi sejauh ini rasa seduhan kopi Gayo cocok di lidah saya,” katanya semringah. (laz/ong)