KOMISI B DPRD DIY telah mengadakan kunjungan ke sejumlah objek wisata yang ikut terdampak bencana banjir akibat siklus badai Cempaka pada 28 November 2017 silam.

Salah satu objek wisata yang mendapatkan atensi khusus itu seperti Pantai Nampu di Desa Balong, Girisubo, Gunungkidul. Infrastruktur di kawasan objek wisata yang berdekatan dengan Pantai Widiombo tersebut mengalami kerusakan yang serius.

“Harus ada langkah-langkah cepat untuk memperbaiki dalam rangka pemulihan,” ungkap Wakil Ketua DPRD DIY Rany Widayati di ruang kerjanya Senin (29/1).

Rany bersama pimpinan dan anggota Komisi B DPRD DIY, Sekretaris Dinas Pariwisata DIY Rose Sutikno serta jajaran Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul telah mengunjungi Pantai Nampu pada (4/1) lalu.

Dari kunjungan itu diketahui perbaikan terhadap sejumlah infrastruktur di Pantai Nampu merupakan kebutuhan mendesak. Terutama yang berhubungan dengan infrastruktur pariwisata dan nelayan. Selain menjadi destinasi wisata, masyarakat di sekitar Pantai Nampu juga berprofesi sebagai nelayan.

Sejak terjadi bencana pada akhir November lalu, kegiatan pariwisata dan nelayan di Pantai Nampu boleh dibilang lumpuh. Menyikapi kondisi tersebut, Rany ingin Dinas Pariwisata DIY membuat skala prioritas penanganan. Salah satunya dengan memrioritaskan Pantai Nampu.

“Masyarakat setempat juga telah menyampaikan aspirasi dan harapan agar pemerintah daerah melakukan langkah-langkah percepatan,” ungkapnya.

Dari pengamatan Rany, alokasi anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di kawasan wisata belum mencakup Pantai Nampu. Kegiatan di Dinas Pariwisata DIY diarahkan ke Pantai Widiombo.

Kenyataan di lapangan, lanjut Rany, kerusakan di Widiombo tidak separah di Pantai Nampu. Karena itu, dia berharap Dinas Pariwisata DIY bersedia melakukan pergeseran lokasi.

“Pantai Nampu lebih memerlukan dibandingkan Wediombo,” kata anggota DPRD DIY dari Dapil Gunungkidul ini.

Melihat tingkat kerusakan yang serius, Rany menengarai kebutuhan anggaran tidak sedikit. Alokasi anggaran yang disediakan Dinas Pariwisata DIY terbatas Rp 200 juta. Ke depan, Rany ingin ada tambahan anggaran untuk memperbaiki infrastruktur di Pantai Nampu.

Dalam kesempatan itu dia berharap upaya rehabilitasi dan rekonstruksi Pantai Nampu dapat mengadopsi objek wisata Air Terjun Sri Gethuk Desa Bleberan, Playen, Gunungkidul yang lebih komprehensif. Dengan begitu, Sri Gethuk cepat pulih sehingga dapat dikunjungi wisatawan kembali.

Anggota Komisi B DPRD DIY Suparja mendukung langkah percepatan itu. Baginya perbaikan infrastruktur di Pantai Nampu menjadi kebutuhan yang mendesak. “Tidak ada upaya lain selain lakukan percepatan,” pintanya.

Senada, Arif Setiadi yang juga duduk sebagai anggota Komisi B meminta agar rekomendasi hasil kunjungan kerja komisinya segera ditindaklanjuti. Dewan lanjut dia, akan terus memonitor sesuai kewenangan yang dimiliki.

“Kami juga siap mem-back up anggaran yang dibutuhkan dinas dalam rangka pemulihan pascabencana di objek-objek wisata,” tegasnya. (kus/ila/mg1)