JOGJA – Bisnis kopi terus menggejala di antara artis-artis ibu kota. Sebut saja Rio Dewanto, Raisa, Rama Michael, hingga Nino Fernandez. Mereka telah membuka kedai-kedai kopi di kota-kota besar maupun kecil se-Indonesia.

Slank-pun tak mau ketinggalan. Namun tak lagi kedai kopi yang mereka tawarkan. Tapi “SlanKopi, berupa minuman kemasan cepat saji dengan paper cup.

Bagi Bimbim, salah seorang pentolan Slank, bisnis kopi bukanlah hal baru. Dia bahkan mengaku sudah sering jatuh bangun dalam usaha kedai kopi. Belajar dari pengalaman itu, Slank tidak mau lagi menjajakan kopi di kedai.

Dikatakan, selama berkarir di belantika musik nasional selama 34 tahun, semua personil Slank telah mencicipi aneka jenis kopi dari Sabang sampai Merauke. Dari pengalaman lidah mereka dengan aneka jenis kopi, diproduksilah SlanKopi. “Kopi ini seperti anak saya. Campuran 20 persen biji kopi arabika Aceh Gayo dan 80 persen robusta Wonosobo,” katanya sambil terkekeh.Dikatakan seperti anak sendiri lantaran Bimbim asli Jawa, sedangkan istrinya berasal dari Aceh.

SlanKopi diproduksi sekaligus untuk membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Makanya, Slank menawarkan produk tersebut bagi siapa pun yang berniat melakukan wirausaha kopi.

Kaka, sang vokalis Slank, menambahkan, bisnis kopi yang pernah digeluti Slank sekitar jujuh tahun silam tak berumur panjang. “Karena dulu kami memproduksi kopi seperti membuat merchandise. Kali ini kami terlibat mulai menggagas ide sampai produksinya selesai,” ungkap pemilik nama asli Akhadi Wira Satriaji.

Kaka optimistis SlanKopi bisa diterima semua kalangan, sehingga ke depan tercipta banyak lapangan kerja baru. Dengan adanya usaha itu dia berharap kesejahteraan petani kopi bisa lebih baik. “Mending minum kopi daripada ngopi karya orang,” candanya. (sky/yog/mg1)