JOGJA – Visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur DIJ 2017-2022 panca mulia, yang salah satunya mengubah pintu depan DIJ menghadap selatan mulai direspons Pemkot Jogja. Serupa dengan DIJ, Kota Jogja juga mengarahkan pintu depannya ke wilayah selatan dengan mulai melakukan revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Jogja. (RTRW)

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Jogja Hari Setya Wacana mengatakan, revisi tersebut untuk menyesuaikan pembangunan di DIJ yang fokus ke wilayah selatan. Termasuk dengan keberadaan bandara baru yang sedang dibangun di Temon, Kulonprogo.

“Dimungkinkan ada banyak perubahan yang terjadi, Pemkot Jogja juga harus bersiap,” ujarnya Minggu (28/1).

Hari mengatakan, yang sudah diincar untuk segera dilakukan penataan adalah seputar Giwangan. Selain terdapat terminal, di sana juga merupakan batas kota yang terdapat beberapa jalan arteri. Menurutnya, di kawasan Giwangan tersebut akan dibuatkan gapura penanda batas kota, seperti yang terdapat di Jalan Magelang dan Jalan Laksda Adisucipto.

“Selain di Giwangan, gapura juga akan dibangun di dekat GL Zoo dan Wirobrajan. Khusus yang Wirobrajan untuk menyambut penumpang dari bandara Kulonprogo,” tuturnya.

Khusus di Giwangan, tambah Hari, juga akan dikaji mengenai penambahan lokasi titik parkir kendaraan berdimensi besar. Harapannya, wisatawan yang datang menggunakan bus pariwisata berukuran besar dapat memanfaatkan parkir di Giwangan dan masuk ke kota menggunakan armada penghubung. “Konsepnya masih dikaji bersama instansi terkait,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah itu menambahkan, selain untuk menyambut bandara baru, pengembangan di Jogja bagian selatan agar memiliki perkembangan yang sama pesat dengan Jogja bagian utara.

Salah satu yang sudah disiapkan adalah pembangunan Science Park yang akan dibangun di Jalan Tegalturi dengan menempati lahan milik Pemkot Jogja seluas sekitar 3,4 hektare. Di sana akan dibangun embung yang sekaligus sebagai pusat konservasi air.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi berharap pembangunan Science Park tersebut akan membawa dampak positif. “Butuh pemicu untuk meningkatkan kesejahteraan, salah satunya dengan embung dan Science Park yang bisa menjadi daya tarik wisata,” kata HP, sapaannya. (pra/ila/mg1)