GUNUNGKIDUL – Kasus pelecehan seksual kembali terjadi. Rachmad Heru Nurcahyo, warga Mojosari, Playen, Gunungkidul nekat meremas dada gadis muda berusia 19 tahun saat melintas di kawasan Hutan Tleseh Selasa (23/1) petang. Akibat ulahnya, pria 35 tahun itu kini harus menghuni hotel prodeo Polres Gunungkidul untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Seperti halnya Abdul Karim Solissa. Mahasiswa 23 tahun asal Maluku itu juga harus mendekam di sel tahanan setelah meremas payudara seorang gadis di Jalan Adisutjipto, Gondokusuman, Kota Jogja pada 28 Desember 2017 lalu.

Kembali pada kasus di Gunungkidul, pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang cukur rambut itu berdalih iseng saat meremas dada PAS, warga Srimulyo, Piyungan, Bantul. Rachmad dicokok polisi Rabu (24/1) setelah polisi memperoleh informasi dari media sosial Info Cegatan Jogja (IJC).

Di hadapan penyidik dan awak media yang menemuinya kemarin (25/1), Rachmad memeragakan aksi bejatnya saat meremas dada PAS.
Dalam adegan itu pelaku meremas dada sebelah kanan PAS menggunakan tangan kiri. Saat itu Rachmad mengendarai Yamaha Mio AB 6450 WW. Sebelum meremas dada PAS, pelaku memepet kendaraan korban yang menunggang Honda Vario AB 6843 RG. Usai beraksi pelaku tancap gas ke arah Kota Wonosari.

“Saya habis pulang kerja dari Jogja. Mau pulang ke Gunungkidul. Di jalan karena kondisinya sepi saya melakukan itu (meremas dada PAS, Red),” ungkap Rachmad yang kini berstatus tersangka pencabulan kemarin.
Saat itu Rachmad mengaku tak sempat melihat wajah PAS karena buru-buru kabur.
Sambil sesengukan, bapak satu anak itu menjawab semua pertanyaan penyidik dan awak media.

“Saya menyesal, kapok. Maafkan saya,” ucapnya lewat pengeras suara. Dia mengaku baru kali pertama melakukan perbuatan tak terpuji itu.

Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady mengatakan, kasus pelecehan sekusual yang dilakukan tersangka menjadi pusat perhatian publik. Terlebih kasus tersebut tersebar lewat media sosial. Berkat media sosial pula kasus pelecehan seksual itu terungkap. “Kami berterima kasih dengan ICJ,” ujarnya.

Ditegaskan, meski tersangka mengaku baru pertama kali melakukan aksi nakal itu, polisi tak akan tinggal diam. Kasus pelecehan seksual termasuk perkara serius. Karena itu penyidik telah menyiapkan pasal berlapis untuk menjerat tersangka. Yakni pasal 289 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang mengatur tentang pencabulan. Pasal tersebut disertai ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara bagi pelakunya. Juga pasal 281 KUHP tentang tindakan asusila, dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara. “Saat ini kondisi korban masih trauma dan dalam pendampingan petugas unit perlindungan perempuan dan anak (UPPA) Satreskrim Polres Gunungkidul,” jelas Kapolres.(gun/yog/ong)