JOGJA- Terpisah, Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengaku sangat kecewa dengan adanya kasus ini. Karena itu HP, sapaan akrabnya, menginstruksikan pemecatan Iwan karena telah menodai komitmen pegawai Pemkot Jogja. “Jelas ada sanksi yang sangat tegas karena sudah melukai teman-teman yang sudah bekerja dengan baik selama ini,” katanya.

HP menegaskan, kasus ini menjadi peringatan serius bagi pegawai pemkot lainnya. Khususnya mereka yang berkecimpung dalam bidang perizinan. Calo perizinan harus dibasmi. HP juga minta proses perizinan dilakukan secara transparan dan bisa diakses publik.
Seluruh alur dan biaya perizinan harus dipampang. Pemohon izin diminta datang langsung ke Dinas Penanaman Modal dan Perizinan (DPMP) Kota Jogja. “Tidak perlu pakai calo. Jangan percaya janji-janji ‘orang dalam’ yang membantu pengurusan,” pintanya.

Sementara itu, terkait pengurusan perizinan di DPMP Kota Jogja, Kepala Bidang Pelayanan Setiono belum bisa dikonfirmasi. Hingga sore kemarin dia dipanggil penyidik Polda DIJ untuk dimintai keterangan.

Sebagaimana diberitakan, Iwan Ariwanto tertangkap tangan tim Saber Pungli Polda DIJ usai memeras pemilik Netcity Internet Learning Cafe dengan barang bukti uang Rp 12,5 juta. Naban DLH Kota Jogja itu diduga juga telah meminta sogokan senilai Rp 15 juta untuk kepentingan memuluskan pengurusan izin In Gang dan IMB kafe tersebut. Itu dikuatkan dengan alat bukti berupa dua kuitansi dengan nilai masing-masing Rp 12,5 juta dan Rp 15 juta.

Kini Iwan harus mendekam di sel prodeo Mapolda DIJ untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Dia dijerat pasal 12 e UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana penjara seumur hidup, atau kurungan badan 4-20 tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.(pra/yog/ong)