GUNUNGKIDUL – Jangan melecehkan perempuan jika tidak mau berurusan dengan polisi. Demikian yang dialamai pemuda warga Kecamatan Playen berinisial RNH, 35, dia menanggung malu seumur hidup.

Dia berprofesi sebagai tukang cukur, ditangkap polisi usai melakukan pelecehan terhadap perempuan. Tepatnya di kawasan Hutan Tleseh, Gading, Playen pada Selasa petang (23/1) petang.

Perempuan korban berinisial PAS, 19, warga Srimulyo, Piyungan, Bantul. Dia dibuntuti pelaku, sesampai di lokasi kejadian, pelaku memepet korban.

Tanpa diduga, tangan kiri pelaku memegang dada PAS. Korban kaget dan nyaris terjatuh. RNH melarikan diri ke arah Kota Wonosari.
Korban kemudian bergegas pulang. Kepada keluarganya dia bercerita kejadian tersebut. Lalu kasus ini ramai di media sosial setelah pemilik akun Facebook Phupuet Lestarie memposting peristiwa itu.

“Didampingi keluarga, korban membuat laporan resmi dan kami tindaklanjuti,” kata Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady Rabu(24/1).

Berbekal keterangan saksi, petugas melakukan penelusuran. Korban mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Gunungkidul membuat laporan resmi.

Pelaku berhasil diringkus di rumahnya, Playen kemarin dinihari. “Pelaku menjalani pemeriksaan secara instensif di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA),” ujar Ahmad Fuady.

Pelaku mengaku aksi tersebut dilakukan spontan. Akibat perbuatannya, RNH disangkakan pasal 281 KUHP. Ancaman hukuman 2,6 bulan penjara.

“Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka,” tegas Ahmad Fuady. (gun/iwa/ong)