CATURTUNGGAL – Pemerintah Desa Caturtunggal, Depok, Sleman, mengawali program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) tahun 2018, dengan peletakan batu pertama penataan pemukiman kumuh di bantaran Sungai Gajah Wong, Mrican, Pringgondani.

Kepala Desa Caturtunggal, Agus Santoso mengungkapkan, untuk program Kotaku ini, sedikitnya ada 40 rumah warga terdampak di bantaran sungai Gajah Wong yang harus ditangani. Dari jumlah tersebut,

delapan di antaranya harus direlokasi, dan 32 rumah lagi direnovasi. “Kami mentarget program pembangunan rumah relokasi ini selesai dalam 6 bulan,” katanya.

Ditegaskan, tinggal di bantaran sungai, sangat membahayakan diri. Karena itu, mereka harus direlokasi. “Kami sangat setuju dengan program yang diterapkan pemerintah yakni M3K Munggah (Menaikkan Bangunan), Mundur , Madep (Menghadap). Karena itu, kami mulai dengan penataan di Sungai Gajah Wong,” ujarnya.

Agus berharap, dengan adanya penataan ini, kedepannya warga menjadi lebih tertib administrasi, dan menjaga lingkungan lebih baik.

Ketua Panitia Relokasi, Eko Widyono mengungkapkan, pembangunan tersebut menggunakan dana dari DPUPKP Sleman. Untuk tahap pertama, dikerjakan delapan rumah relokasi, dan sembilan rumah renovasi. “Sesuai yang dianggarkan, untuk tahap pertama ini akan menghabiskan dana sekitar Rp 2 miliar,” katanya.

Untuk tempat relokasi rumah, menggunakan tanah kas desa. Setelah ditempati, nantinya warga terdampak akan membayar sewa kepada Pemerintah Desa Caturtunggal. “Sosialisasi dan diskusi dengan warga, termasuk dengan Pemkab Sleman, sudah dilakukan sejak 2014 lalu, dan baru awal tahun ini pekerjaan bisa mulai,” tandasnya.

Rumah relokasi yang akan diperuntukkan bagi warga terdampak, per unitnya akan dibangun di atas tanah 6 x 7 meter persegi. “Rumah dibangun dua lantai,” tandasnya.

Seperti diketahui, peletakan batu pertama program penataan pemukiman kumuh di bantaran Sungai Gajah Wong, Mrican, Pringgondani, sudah dilakukan pekan lalu, tepatnya Selasa (15/1). Hadir dalam peletakan batu pertama ini, antara lain Kepala Seksi Perumahan Formal Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman Muhamad Nurrochmawardi, Camat Depok Joni Suhartana, Kepala Desa Caturtunggal Agus Santoso, kepala dukuh se-Caturtunggal, warga terdampak, dan para tokoh masyarakat. (nn/jko/mg1)